12 Terdakwa Korupsi Tambang Bauksit Disidangkan di Pengadilan Tipikor PN Tanjungpinang

by -113 views
Suasana Sidang 12 Tersangka Korupsi Tambang Bauksit di PN Tanjungpinang
Suasana Sidang 12 Tersangka Korupsi Tambang Bauksit di PN Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Sebanyak 12 orang terdakwa dugaan korupsi Izin Usaha Pertambangan – Operasi Produksi (IUP-OP) tambang bauksit di Kabupaten Bintan mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumat (13/11/2020).

Ke 12 terdakwa tersebut yakni, Bobby Stya Kifana, juga merupakan Perseroan dan Perseroan Komanditer, Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Harry E selaku Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, Sugeng (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat.

Kemudian Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses, Drs.Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau, Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi, M. Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero PT. Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang, Arif Rate

Direktur CV Gemilang Sukses Abadi.

Berikutnya Dr Amjon M.PD (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, M. Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari dan terakhir Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri.

Jalannya sidang perkara dugaan korupsi tersebut dipimpin 5 orang Majelis Hakim yakni, Guntur Kurniawan SH dengan Hakim Anggota Corpoiner SH, Suherman, SH, Weninanda, SH, Albiferri SH MH. didampingi dua panitera pengganti, yaitu L. Siregar dan Nor Asikin SH.

Sidang dilakukan secara virtual, dimana masing-masing terdakwa hanya bisa dilihat melalui layar monitor dan masih berada di Rutan Kelas 1 Tanjungpinang.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdapat sebanyak 8 orang dari Kejati Kepri, Kejari Tanjungpinang dan Kejari Bintan yang dipimpin oleh Dodi Gazali Emil, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Sementara penasehat hukum dari 12 terdakwa tersebut terlihat hadir sebanyak 13 orang, sehingga cukup memadati ruangan sidang.

Jalannya sidang perkara dugaan korupsi tersebut diawali pembacaan dakwaan JPU dari nomor urut perkara terdakwa pertama, yakni Bobby Stya Kifana, dan berurutan hingga terdakwa terakhir yakni Junedi (46).

Hingga berita ini diunggah, sidang pembacaan dakwaan dari masing-masing terdakwa tersebut masih berlangsung.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Wagiyo menjelaskan, ke 12 tersangka Korupsi IUP-OP tambang bauksit itu disangka melakukan korupsi dengan niat buruk, memalsukan pengurusan izin tambang bauksit yang seolah ingin membangun sesuatu ditempat yang ada sumber daya mineralnya (Bauksit).

Wagiyo juga menyebutkan, modus yang disebutkan itu hanya satu perumpamaan saja yang diusulkan misalnya 10 meter, tetapi diberikan jauh diatas yang diberikan tetapi memang faktanya tidak ada.

“Untuk mengeruk hasil tambang itu, kita harus memahami peraturan yang dibuat pemerintah daerah itu dalam rangka memelihara atau menjaga tanah Tanjungpinang, tapi ada aturan pembangunan tapi ini tidak ada pembangunannya dan semata-mata untuk mengeruk bauksit saja disana,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Atas perbutan mengeruk dan menjual material tambang Bauksit tersebut, ke 12 tersangka disangka mengakibatkan kerugian negara Rp32,5 Milliar lebih, atas hilangnya potensi pajak dan PAD daerah dari pengerukan bauksit yang dilakukan.

“Perbuatan para tersangka dapat dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo Pasal 55 KUHP,” pungkasnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.