2 Bulan Minta Keadilan, Bunga: Bebaskan Ayah saya, Dia bukan Pemerkosa

by -1,788 views
Ibu dan korban saat meminta keadilan di Kabtor UPTD P2TP2A Provinsi Kepri
Ibu dan korban saat meminta keadilan di Kabtor UPTD P2TP2A Provinsi Kepri
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Miris, sudah 2 bulan lamanya ibu dan anak korban yang merupakan warga Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) meminta keadialan terhadap Ayah kandungnya yang disangkakan sebagai pemerkosa anak kandungnya sendiri.

Hal ini, membuat ibu dan anak ini berupaya untuk meminta keadilan dengan cara turun ke UPTD Provinsi Kepri dan KPPAD di jalan Riau tepatnya di simpang jalan Sumatera Tanjungpinang, Kamis (03/09/2020).

Dalam aksinya, ibu dan anak ini tidak perduli akan rasa malu. Bahkan, keduanya tampak mengalungkan karton yang bertuliskan permintaan keadilan.

“Ya Allah, kemanak lagi mencari keadilan untuk anak saya yang jadi korban perkosaan selama tiga tahun sejak umur 6 tahun sampai 9 tahun,” tulis dikarton ibu korban.

Tulisan keadilan tersebut juga dikalungkan ke korban sebut saja Bunga.

“Tolong…Bebaskan Ayah saya dari penjara. Ayah bukan orang yang memperkosa saya,” tulisan di karton dan dikalungkan di leher Bunga.

Walau pun dengan tangisan yang sampai mengeluarkan air mata, ibu korban tetap tak mendapatkan apa yang menjadi keinginannya dari UPTD Provinsi Kepri.

Padahal, asesment yang diminta oleh kedua warga Jemaja KKA itu sangat penting untuk mengajukan ke pihak berwenang bahwa Ayah korban tidak bersalah (Bukan Pemerkosa).

Ibu korban sambil mengusap air mata mengatakan bahwa sampai 2 bulan di Tanjungpinang meminta keadilan tanpa hasil yang memuaskan alias Nihil.

“Saya hanya mendapatkan laporan secara lisan. Pernyataan dari kedua pihak mengatakan bahwa suaminya bukan pemerkosa anaknya,” ujarnya.

“Tapi, yang saya minta ini adalah bukti dari pernyataan tersebut secara tertulis bukan secara lisan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Pegawai di UPTD P2TP2A Provinsi Kepri Lalu Ahmad tetap bersikukuh enggan memberikan hasil asesment psikolog tertulis ke korban.

Ia berdalih bukan kapsitasnya atau Tupoksinya untuk memberikan hasil tertulis tersebut. “Kita hanya memberikan pendampingan saja terhadap korban,” kata Lalu. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.