3 BHL Diringkus Polisi, Kanit: Pelaku Gilir “Kuntum” di Kos

by -255 views
Polsek Tanjungpinang Timur saat Konfensi Pers
Polsek Tanjungpinang Timur saat Konfensi Pers
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – 3 Buruh Harian Lepas (BHL) di Tanjungpinang berhasil diringkus oleh Polisi Polsek Tanjungpinang Timur pada Senin (16/03/2020) sore.

Ke-3 BHL tersebut diringkus setelah diketahui telah menggilir seorang pelajar sebut saja “Kuntum” di kos kosan salah satu pelaku inisial YL.

Hal ini diungkap oleh Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Firuddin melalui Kanit Reskrim Onny Chandra kepada sejumlah awak media saat Konfrensi Pers di halaman Mako Polsek Tanjungpinang Timur Komplek Bintan Centre (Bincen), Tanjungpinang.

“Kuntum (16) disetubuhi bergilir oleh tiga pelaku inisial AS (16), EW (16) dan YL (20) yang merupakan BHL,” katanya, Jum’at (20/03/2020).

Onny menjelaskan, kejadian tersebut diketahui setelah orang tua Kuntum melaporkan kepada pihak kepolisian setelah korban bersikap yang berbeda dan jarang pulang ke rumah.

“Setelah diintrogasi oleh orang tuanya, korban akhirnya mengakui apa yang terjadi olehnya. Setelah itu, orang tua korban langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek dan kita menindaklanjuti,” terangnya.

Kemudian, kata Onny, ke-tiga pelaku di hari yang sama langsung diringkus oleh Tim Polsek Tanjungpinang Timur pada sore harinya.

Lanjut Onny, kejadian tidak senonoh itu bermula saat korban Kuntum kabur dari rumah untuk pergi ke warnet, tidak lama kemudian pelaku YL berkenalan dengan Kuntum.

Perkenalan mereka tidak berhenti disitu saja, pelaku YL membawa Kuntum ke kosannya yang terletak di jalan Transito km 8, Kelurahan Melayu Kota Piring (MKP), Kota Tanjungpinang.

“Setelah sampai di kosan, korban pun diajak Oral seks oleh YL,” ungkapnya.

Setelah keenakkan, pelaku YL menceritakan kepada kedua rekannya AS dan EW. Kemudian kedua pelaku kembali melakukan pencabulan.

“EW melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak tiga kali, sedangkan pelaku AP melakukannya dua kali, ketiga korban melakukannya mulai dari 11-13 Maret 2020, di TKP yang sama,” terang Onny.

Sementara itu, Akibat perbuatannya, YL, EW dan AS diganjar dengan pasal Pasal 82 ayat 1 UU 35/2014 tentang perlindungan terhadap anak di bawah umur dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara serta denda Rp5 miliyar. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.