46 Daerah Diterjang Puting Beliung

by -180 views
by
Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

Tanjungpinang, (MK) – Sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih dalam musim pancaroba. Kondisi ini menyebabkan cuaca mudah berubah secara cepat. Salah satu ancaman yang harus diwaspadai selama musim pancaroba adalah puting beliung.

Berdasarkan data sementara, sejak 30-10-2015 hingga 21-11-2015, sebanyak 46 daerah diterjang puting beliung yang menyebabkan 4 orang tewas, 8 orang luka berat, 8 orang luka ringan, 271 rumah rusak berat, 734 rumah rusak sedang, 1.186 rumah rusak ringan, dan puluhan fasilitas umum rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, dari 46 kali kejadian di daerah yang berbeda tersebut, yang paling banyak menimbulkan kerusakan adalah kejadian di Kabupaten Bogor pada 30-10-2015 lalu yang menyebabkan 104 rumah rusak berat, 395 rumah rusak sedang, dan 608 rumah rusak ringan.

“Begitu juga di Ngawi, Jawa Timur pada 17-11-2015 menyebabkan 20 rumah rusak berat, 5 rusak sedang, dan 165 rusak ringan,” ucap Sutopo, Senin (23/11).

Sedangkan, kata dia, puting beliung yang menerjang Dusun Kacetan Desa Ngargosoko Kecanatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang pada 20-11-2015 sore, menyebabkan 124 unit rumah rusak, meliputi 30 rusak berat, 50 rusak sedang dan 44 rusak ringan.

“Kejadian puting beliung berlangsung pada siang hingga sore. Puting beliung umumnya ditandai dengan hembusan angin yang kuat/ kencang, hujan lebat yang datang secara tiba – tiba dengan durasi pendek (0,5-1 jam), dan lokasi kejadian hujan lokal/sporadis,” ujarnya.

Dia mengutarakan, tanda-tanda sebelum kejadian puting beliung, yakni antara lain dari udara terasa panas dan gerah, terjadi partumbuhan awan yang cepat, awan tiba-tiba gelap dan angin dingin mulai berhembus makin kencang, kilat dan petir).

Upaya yang perlu dilakukan adalah menghindari struktur benda-benda yang mudah tumbang oleh hembusan angin. Memangkas ranting/daun rimbun pohon yang rapuh. Menguatkan bangunan dan memperkuat ikatan atap rumah yang tidak permanen (atap asbes, seng, daun). Musim pancaroba diperkirakan hingga awal Desember mendatang. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.