9 Calon Pengajar Muda KBB Kepri Ikuti Pelatihan

by -268 views
Ilustrasi logo KBB
Ilustrasi logo KBB
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MK) – Sebanyak 9 orang kader calon pengajar muda angkatan tahun 2015 mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Komunitas Bakti Bangsa (KBB) Kepulauan Riau (Kepri) di Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (22/5).
Kegiatan ini juga merupakan tradisi tahunan organisasi KBB Kepri selama tiga tahun terakhir.

“Sebelum mengabdi di tengah masyarakat, calon kader diwajibkan mengikuti pelatihan selama tiga hari,” kata Sekretaris Komunitas Bakti Bangsa Kepri, Fajar Bayu Putra Pungkasan.

Ia mengutarakan, latihan kader calon pengajar muda kali ini hanya diikuti sembilan orang mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji dan seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Tanjungpinang.

“Mereka terpilih setelah terbukti mengabdikan dirinya untuk kepentingan anak bangsa. Bukti pengabdian itu berupa ikut melaksanakan program pendidikan gratis di berbagai kawasan, yang mayoritas penduduknya tergolong miskin,” ucapnya.

Setiap hari Minggu, kata dia, mulai pagi hingga siang sejak dua bulan terakhir mereka mengajar anak – anak dari keluarga kurang mampu di Sei Ladi Tanjungpinang.

“Ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada anak – anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar dan yang putus sekolah yakni pendidikan karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, ilmu pengetahuan umum dan agama,” katanya.

Kegiatan ini juga, menurutnya sangat disambut baik oleh warga, karena sebagian anak – anak menunjukkan prestasinya.

“Sudah empat tahun dengan konsisten kami mengabdi, berperan dalam mencerdaskan anak bangsa, dan mendorong anak – anak putus sekolah untuk melanjutkan sekolah. Misi kami tercapai, meski melewati berbagai hambatan dan tantangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, latihan kader pengajar muda ini dilakukan untuk memperkuat loyalitas, mental, integritas, pengabdian, menambah pengetahuan dan penanaman nilai – nilai nasionalisme.

“Ilmu yang diperoleh diharapkan mampu ditularkan kepada anak – anak yang dididik. Latihan kader ini dibutuhkan untuk membentuk pengajar muda yang berprestasi, bermental baik, mengabdi dengan tulus dan meningkatkan rasa nasionalisme,” ucapnya.

Karena, kata dia, tidak semua tempat pengabdian itu tidak ada tantangan. “Pengajar muda sebelum mengajar di Sei Ladi, selama enam bulan memberi pendidikan gratis untuk anak – anak yang tinggal di Lokalisasi Batu 15 Tanjungpinang,” katanya.

Bayu menambahkan, tantangan saat mengajar di lokalisasi sangat berat, karena lingkungan yang mempengaruhi anak – anak yang dididik.

“Ada sekitar 40 orang anak – anak yang kami didik. Mereka harus diselamatkan,” ujarnya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.