Aktivis Hanura Kepri Tagih Janji OSO Mundur dari Ketum

by -150 views
Bukti surat permintaan mundur OSO dari Ketum DPP Partai Hanura
Bukti surat permintaan mundur OSO dari Ketum DPP Partai Hanura
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Aktivis Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Kepri Sutan Albet menagih janji politik Oesman Sapta Odang (OSO) untuk mundur sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Hanura.

Pasalnya, kata Albet, janji tersebut dituang dalam Pakta Integritas yang dibuatnya sebagai janji dalam politik.

“Yang sedang kita jalani sekarang ini adalah suatu proses politik, bukan proses hukum,” katanya kepada awak media ini, Jum’at (13/12/2019) malam, lewat ponselnya.

Berikut penggalan janji OSO yang dituang dalam Pakta Integritas : “Jika dikemudian hari saya tidak memenuhi atau mematuhi, maka saya secara ikhlas dan tulus dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Hanura”.

Yang jadi pertanyaannya, kata Albet, apakah pernyataan tersebut multi tafsir? Tentu tidak. Bahkan yang tidak pernah sekolah hukum pun tahu bahwa itu artinya sangat lugas dan jelas.

“OSO menyatakan diei mundur dengan ikhlas sebagai bentuk tanggungjawab moral ke Partai,” sebutnya.

Masihkah perlu diperdebatkan oleh siapa pun?

Lanjut Albet, mari kita tidak kehilangan akal sehat hanya karena ingin ngotot mempertahankan jabatan Ketum Hanura, padahal dari sisi mana pun sudah jelas dan terang benderang.

“Hanya perlu sedikit penegasan melalui mekanisme partai, bahwa pernyataan mundur tersebut diterima dengan baik. Dan, yang paling berwewenang menerima pernyataan mundur adalah Dewan Pembina disaksikan oleh para saksi yang ikut bertandatangan pada Pakta Integritas,” ungkapnya.

Sehingga, Albet menuturkan, kita semua patut dan perlu menyadari serta memahami bahwa Munas yang akan dilaksanakan oleh OSO pasca tanggal ditandatanganinya ‘Surat Pernyataan Menerima Pengunduran Diri Oso sebagai Ketum Hanura dari Wanbin’, secara yuridis formal menjadi tidak sah dan tidak memiliki legal standing serta tidak memiliki legitimasi untuk dilaksanakan oleh OSO dan kepengurusannya.

“Patut juga kita pahami, proses selanjutnya yang harus dilakukan pasca diterimanya secara resmi pengunduran diri OSO adalah Wanbin perlu membentuk Plt. Ketum melalui rapat pleno BPH yang diperluas,” ujarnya.

“yang selanjutnya ditugaskan mempersiapkan munas yang sah dan memiliki legitimasi,” tambah Albet Sutan.

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.