Atasi Inflasi, Pemko Tanjungpinang Harus Libatkan FKPD

by -155 views
Sekdako Tanjungpinang, Riono saat mimpin Rapat TPID
Sekdako Tanjungpinang, Riono saat mimpin Rapat TPID

Tanjungpinang, (MK) – Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, Drs. Riono melakukan rapat koordinasi bersama anggota TPID di ruang rapat lantai II Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (22/2).

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul ini juga guna mengantisipasi terjadinya inflasi di Kota Tanjungpinang.

Saat membuka rapat, Syahrul menyampaikan, perkembangan inflasi tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia menjadi tolak ukur Pemko Tanjungpinang.

“Supaya kita melakukan berbagai strategi dan antisipasi menekan inflasi serta perbaikan ekonomi di tahun 2016. Untuk mengatasi permasalahan itu, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan berbagai stakeholder dan FKPD,” ujar Syahrul.

Oleh karena itu, kata Syahrul, terus melakukan kerjasama dan koordinasi yang baik guna mengevaluasi dan menyusun langkah – langkah kedepan terhadap stabilnya ekonomi di Kota Tanjungpinang.

Pada kesempatan itu, Ketua TPID Kota Tanjungpinang, Drs. Riono M. Si menyampaikan, TPID Kota Tanjungpinang telah melakukan berbagai program untuk mengatasi permasalahan inflasi dan kebutuhan masyarakat.

“Salah satunya menggelar pasar murah yang bekerjasama dengan Bulog. Selain itu, saya juga telah melakukan pemantauan langsung ke peternak telor dan daging ayam guna memastikan stok yang tersedia, sehingga kenaikan harga yang tinggi bisa teratasi dengan baik,” ucap Riono.

Seperti diketahui, sambung Riono, menjelang perayaan hari besar berbagai komoditi barang pokok akan mengalami kenaikan, seperti beras.

“Permasalahan itu sudah kami antisipasi dengan melakukan operasi pasar. Maka, saya minta camat dan lurah untuk menginformasikan titik – titik mana saja yang bisa dikunjungi Bulog pada operasi pasar tersebut,” katanya.

Sementara, kata dia, untuk jenis sayur – sayuran seperti cabe dan lainnya bisa diantisipasi melalui tanaman hidroponik di setiap rumah tangga, paling tidak tanaman yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri.

“Setelah rapat ini, dinas terkait harus action untuk mengontrol harga kebutuhan pangan dengan melakukan program kegiatan, memasok kebutuhan pangan dengan melakukan MoU bersama daerah penghasil, sehingga ada langkah – langkah nyata yang dilakukan TPID terhadap inflasi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Hamizar menjelaskan, sampai Januari ini Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,93 persen.

“Inflasi ini terjadi adanya peningkatan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks kelompok pengeluaran, seperti sewa rumah, dan komunitas yang mengalami peningkatan harga yakni kebutuhan pangan, diantaranya beras dan ikan. Jika dibandingkan dari tahun ke tahun, inflasi Kota Tanjungpinang masih kecil,” ujarnya.

Rapat itu juga turut dihadiri Asisten Perekonomian, Robert Pasaribu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, BUMD, Kepolisian, Bulog, Dinas Perhubungan, serta jajaran SKPD terkait. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.