Ayah Lolita Sebut Kerugian Boimin Berubah – Rubah

by -157 views
Saksi - saksi saat diambil sumpahya sebelum memberikan keterangannya dalam sidang perkara terdakwa Lolita. Foto ALPIAN TANJUNG
Saksi - saksi saat diambil sumpahya sebelum memberikan keterangannya dalam sidang perkara terdakwa Lolita. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Sidang lanjutan dugaan perkara penipuan dan penggelapan atas terdakwa Lolita kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (19/1).

Pada sidang dengan agenda keterangan saksi yang meringankan terdakwa kali ini, Lolita tidak dapat menghadirkan saksinya. Sehingga, dalam sidang tersebut ayah kandung Lolita yakni Subadri hanya sebatas memberikan keterangannya dan bukan sebagai saksi.

Ketua Majelis Hakim, Elyta Ras Ginting SH menyebutkan, Subadri tidak dibenarkan sebagai saksi karena masih ada hubungan keluarga dan ayah kandung dari terdakwa Lolita.

“Saudara tidak disumpah. Saudara disini hanya sekedar memberi keterangan saja,” ucap Elyta dalam sidang.

Dalam sidang, Subadri mengaku terdakwa Lolita merupakan anak kandungnya. Lolita anak pertama dari dua bersaudara.

“Sebelumnya, Lolita bekerja di BPR Dana Bintan Sejahtera selama satu bulan. Kejadiam ini saya tahu setelah dipanggil oleh Polisi,” ucap Subadri.

Dia mengutarakan, saat dipanggil Polisi dan dipertemukan dengan pelapor Boimin pernah melakukan mediasi. Dalam mediasi itu Polisi sebagai penengah.

“Dalam pertemuan itu, keterangan Boimin berubah – rubah. Pertama Boimin sebut rugi sekitar Rp7 juta, kemudian besoknya lagi datang isteri Boimin dan menyebutkan mereka rugi sekitar Rp12 juta,” ujarnya.

Subadri juga meminta bukti sejumlah uang yang telah diminta oleh Lolita kepada Boimin. Boimin menunjukkan dua kwitansi kepadanya, yang satu ada senilai dua juta dan satu lagi sekitar dua juta lebih.

“Kemudian dalam laporan di polisi, mereka mengaku mengalami kerugian sekitar Rp14 juta. Kalau benar itu ada kerugian, saya minta bukti, dan saya akan bayar,” papar Subadri.

Tetapi, kata dia, buktinya hanya dua kwitansi tersebut. Bukannya dia tidak mau mengganti kerugian Boimin, namun mereka meminta ganti rugi sebesar Rp14 juta.

“Menurut anak saya (Lolita), uang yang dimintanya itu hanya sekitar Rp7 juta seperti yang disampaikan Boimin saat pertemuan pertama,” ucapnya.

Dia mengatakan, Lolita sebelumnya pernah bekerja di STAI, tapi itu hanya sebentar saja. Lolita berhenti di STAI dengan alasan mau melamar CPNS.

“Lolita tak lulus, setelah itu dia (Lolita) tidak masuk kerja lagi ke STAI,” katanya.

Sementara, terdakwa Lolita menyebutkan, sebelumnya Boimin pernah berbicara dengannya, dan jumlah uang itu sekitar Rp6 juta lebih.

“Alasan Boimin meminta uang sekitar Rp14 juta lebih itu lantaran dia (Boimin) meminjam uang dengan rentenir,” ucap terdakwa Lolita.

Usai mendengar keterangan Subadri dan terdakwa Lolita, majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa Lolita selama satu minggu untuk menghadirkan saksi yang meringankannya dan sidang ditunda dan akan kembali digelar pada Selasa (26/1) pekan depan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.