Berantas Narkoba, Pemko Tanjungpinang MoU dengan BNN Kepri

by -285 views
Lis saat berjabat tangan dengan Kepala BNN Kepri
Lis saat berjabat tangan dengan Kepala BNN Kepri

Tanjungpinang, (MK) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau melakukan penandatanganan perpanjangan Nota Kesepakatan Kerjasama, di Kantor Bapeda Kota Tangjungpinang, pada Selasa (15/3).

Hal itu, guna peningkatan sarana prasarana dan peningkatan sumber daya manusia dalam penindakkan proventif pengedaran narkotika di wilayah Kota Tanjungpinang.

Pada penandatanganan MoU nota kesepakatan kerjasama itu juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Drs. Riono M.Si, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, asisten II Ir. Robert Pasaribu MM, Asiten III Drs. Ahadi dan Asisten IV Gunawan Grounimo SE,MM serta seluruh staf BNN Kota Tanjungpinang.

Kepala BNN Provinsi Kepri, Kombes Beni Setiawan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang atas komitmennya dalam kerjasama menyangkut tugas – tugas BNN untuk penanggulangan peredaran narkotika di wilayah Kota Tanjungpinang.

“Kami telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan banyak hal yang telah dilakukan Kota Tanjungpinang untuk mendukung dan berperan aktif perkembangan BNN Kota Tanjungpinang,” ujar Beni.

Dia mengutarakan, BNN Kota Tanjungpinang masih kekurangan sumber daya manusia dan tahun kemarin Kota Tanjungpinang telah memperbantukan enam orang pegawai Kota Tanjungpinang.

“Maka kami sangat berterimakasih. Namun dengan adanya perpanjangan nota kerjasama ini, saya harap dapat menambah sumber daya manusia dan sarana prasarana untuk kegiatan tugas BNN,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah SH menyampaikan, kerja sama ini adalah upaya penindakkan sekaligus penguatan penanganan penyalahgunaan narkoba dan merupakan salah satu upaya menyikapi pencegahan peningkatan pengedaran narkotika di wilayah Kota Tanjungpinang yang merupakan daerah transit menuju daerah lain.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan masuknya dan pengguna narkotika dapat dikurangi yang sekarang meningkat tajam. Sarana dan prasarana untuk memfilter masuknya narkotika di Kota Tanjungpinang terbukti kuranganya pengaman di Pelabuhan Sri Bintan Pura,” ucap Lis.

Dia mengutarakan, pelabuhan merupakan pintu masuk dan keluarnya barang – barang yang dibawa pengunjung, baik international maupun domestic yang seharusnya pihak pengelola harus dapat memfilter dan mencegah masuk barang – barang tersebut.

“Seharusnya, pihak pengelola Pelabuhan Sri Bintan Pura harus mampu mencontoh pengamanan di Bandara Udara yang di kelola pihak Angkasa Pura II,” papar Lis.

Pencegahan ini, kata Lis, dapat ditingkatkan lagi melalui dinas terkait di Pemerintah Kota Tanjungpinang. Sebagai contoh, Dinas Pendidikan yang mana BNN dapat bekerjasama untuk mensosialisasi bahaya narkotika.

“Baik itu masuk dalam pelajaran siswa maupun nantinya kerjasama untuk tes urine dan mungkin saja kita terapkan setiap siswa yang masuk sekolah dan naik kelas harus melakukan tes urine,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Lis, untuk Apratur Sipil Negara (ASN) juga dapat terapkan tes – tes urine bagi ASN yang akan menduduki jabatan eselon.

“Nanti kita lakukakan koordinasi dengan BPPKD dan BNN sendiri,” katanya.

Lis juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala BNN Provinsi Kepri, Kombes Beni Setiawan dan khususnya BNN Kota Tanjungpinang, Abdul Hasym P, SH yang mana dapat bersinergi dan peran aktif untuk mengurangi peredaran narkoba ini. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.