BNPT dan FKPT Cegah Terorisme Radikalisme, Maksimalkan Kearifan Lokal

by -35 views
Pengurus FKPT bersama tamu undangan saat photo bersama usai kegiatan pencegahan terorisme dan radikalisme
Pengurus FKPT bersama tamu undangan saat photo bersama usai kegiatan pencegahan terorisme dan radikalisme
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) terus melakukan upaya pencegahan teroris dan radikalisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang dibentuk di setiap provinsi.

Hari ini, Kamis (12/9/2019), para tokoh agama, adat, akademisi dan pihak TNI dan Polri berkumpul di CK Hotel membedah upaya ekplorasi kearifan lokal agar bisa diterapkan maksimal di Kepulauan Riau.

Kegiatan disejalankan dengan diseminasi hasil survei nasional dan penelitian eksplorasi kearifan lokal.

Ketua FKPT Kepri Reni Yusneli yang membuka kegiatan di lantai 1 Hotel CK itu menyebutkan, terorisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok, agama dan jaringannya, namun lebih dari itu.

“Terorisme merupakan keyakinan, doktrin dan ideologi yangd apat menyerang ke masyarakat,” katanya.

Menurut Reni sapaan akrabnya Ketua FKPT Provinsi Kepri ini, Terorisme juga bukan masalah rendahnya pendidikan, karena dr Asyari itu adalah orang pintar.

“Dan, teroris juga tidak melulu karena masalah ekonomi, karena Osama bin Laden merupakan orang yang kaya raya namun memilih menjadi teroris karena memiliki idologi yang menyimpang,” terangnya.

Lanjut Reni, untuk menjaga orang di sekitar kita terhindar dari faham radikalisme, mesti terus dilakukan pembinaan dan pengawasan dengan baik oleh orang tua, guru dan lingkungan.

Di waktu yang sama, Kabid Penelitian FKPT Kepri Dr Fauzi menjelaskan, Kepri memiliki banyak kearifan lokal untuk membentengi generasi muda agar terhindar dari faham radikalisme. Budaya Tutur Lisan di Kepri cukup baik dan sebagai nilai perekat kebangsaan dan penangkal radikalisme.

“Selain itu, dari paparan temuan survei nasional efektivitas pola pendidikan keluarga pada anak dan diseminasi media sosial terhadap penanaman nilai-nilai agama, moral, kebhinneka sangat penting untuk terus diterapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Tengku Fauzan perwakilan BNPT mengatakan indonesia merupakan negara terbaik dalam penanggulangan terorisme. Penelitian eksplorasi kearifan lokal ini dilakukan oleh seluruh FKPT di Indonesia untuk mencegah radikalisme dan melekatkan nilai-nilai kebangsaan.

“Ada beberapa penyebab orang melakukan aksi terorisme dari survei yang dilakukan terhadap mantan teroris dan tahanan teroris. Pertama, karena alasan ideologi agama yang keliru, ada juga karena solidaritas komunal yang negatif, juga ada karena mentalit serta ada karena ingin balas dendam. Untuk alasan karena situasional dan separatisme masih menduduki persentase paling bawah,” paparnya.

Lalu dalam upaya pencegahan, sebut Fauzan, upaya FKPT, tokoh masyarakat dan pihak lainnya memberikan penanggulangan dan pencegahan hasil cukup baik karena persentase terorisme menurun menjadi 42,8 persen.

“Di Kepri, ada banyak kearifan lokal yang ampuh dalam menangkal terorisme dan radikalisme diantaranya Gurindam 12, pantun syair dan barzanji,” tutupnya. (*)

Penulis: Novendra/FKPT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.