Bupati dan DPRD Natuna Sepakat Tolak Kapal Cantrang

by -51 views
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Ketua DPRD Natuna Andes Putra saat menerima naskah pernyataan sikap Ketua ANNA, Hendry
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Ketua DPRD Natuna Andes Putra saat menerima naskah pernyataan sikap Ketua ANNA, Hendry
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Meskipun dibawah terik matahari, ratusan nelayan Kabupaten Natuna dari berbagai kecamatan berkumpul dan melakukan orasi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis 27 Februari 2020.

Orasi yang dilakukan tanpa aksi anarkis ini, guna menyampaikan aspirasi menolak mobilisasi Kapal Cantrang dari Pantura, Jawa.

Seperti diketahui, pemerintah pusat merencanakan memobilisasi nelayan dengan Kapal Cantrang untuk mengisi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Hendry saat membacakan tuntutan penolakan kapal cantrang
Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Hendry saat membacakan tuntutan penolakan kapal cantrang

Kebijakan ini ditentang oleh nelayan Natuna, karena dinilai akan merugikan nelayan tempatan. Pasalnya, cantrang bukan merupakan alat tangkap ramah lingkungan.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Hendry dalam orasinya dengan tegas menolak kehadiran nelayan Cantrang di Natuna karena akan menimbulkan dampak kerusakan habitat laut dan ekosistem.

“Ini merupakan ketidakadilan bagi nelayan Natuna, sebab mereka membawa alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan merusak terumbu karang. Nasib anak cucu Natuna akan terancam karena karang-karang akan rusak sehingga ikan habis,” kata Hendry dalam orasinya.

Ia menjelaskan, Cantrang hanya bisa beroperasi di kedalaman 50 meter, bukan 100 meter. Sementara laut ZEE Natuna berkedalaman 100 meter lebih, jadi sangat tidak masuk akal jika cantrang akan maksimal beroperasi di laut dalam.

“Kita bukan menolak nelayan Pantura, tapi yang kita tolak alat tangkap cantrangnya, sebab cantrang merusak ekosistem laut, terumbu karang akan habis dan cadangan ikan Natuna akan habis, pemerintah dan DPRD harus mendukung nelayan Natuna menolak Cantrang,” katanya.

Menurutnya, Kapal Cantrang bukanlah solusi untuk mengamankan laut ZEE Natuna tetapi meminta pemerintah memperketat pengamanan disana.

Usai menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Natuna, sejumlah perwakilan nelayan Natuna melakukan hearing bersama DPRD dan Bupati Natuna di ruang paripurna untuk menyatakan sikap penolakan terhadap Kapal Cantrang yang akan beroperasi di laut Natuna.

Sejumlah anggota DPRD yang hadir
Sejumlah anggota DPRD yang hadir

Dalam hearing tersebut, Aliansi Nelayan Natuna tetap berjuang menolak Cantrang, hingga kebijakan ini dikaji ulang oleh pemerintah. Nelayan Natuna berharap dukungan dari DPRD dan pemerintah daerah untuk sama-sama berjuang menolak Cantrang di laut Natuna.

Sementara itu, Ketua DPRD Natuna, Andes Putra dengan tegas mendukung nelayan Natuna untuk menolak Kapal Cantrang yang akan beroperasi di laut Natuna Utara.

“Kita siap mendukung untuk menolak Kapal Cantrang untuk beroperasi di laut Natuna dan bukan menolak nelayannya. Karena selain tidak ramah lingkungan tentukan akan merusak kearifan lokal di laut kita ini. 99 persen wilayah Natuna itu laut, ladang kami di laut, kalau laut kami dihancurkan matilah kami,” kata Andes.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. Ia mendukung nelayan Natuna dan menolak kehadiran Cantrang di laut Natuna.

“Ini untuk kelangsungan hidup anak cuku kita nanti, hidup mati masyarakat Natuna dari laut, menyekolahkan anak – anak dari hasil laut, masyarakat Natuna bukan untuk hidup saat ini saja. Saya akan ajak DPRD dengan perwakilan nelayan kita audensi langsung dengan Presiden untuk menolak Cantrang demi anak cucu kita,” imbuhnya.

Aksi ini mendapat pengawalan dari anggota Kepolisian Natuna, TNI dan anggota Satpol PP. Hadir dalam hearing ini, Ketua DPRD Natuna Andes Putra dan sejumlah anggota DPRD Natuna, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan sejumlah elemen masyarakat. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.