Dampak Covid – 19 Bagi Masyarakat

by -103 views
FOTO RISKA
FOTO RISKA
Iklan Banner

Oleh: RISKA PRATIWI

Mahasiswi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Program Studi Ilmu Administrasi Publik

Opini, (MetroKepri) – Dengan diumumkannya status karantina wilayah guna mencegah penyebaran virus corona, secara tidak langsung berdampak menyeluruh dari segi ekonomi khususnya bagi masyarakat menengah kebawah.

Diantaranya masyarakat yang menggantungkan hidup mereka dengan berjualan asongan, ojek dan nelayan. Tentunya berdampak negatif terhadap pendapatan mereka, sehingga masyarakat tidak bisa memenuhi kehidupan mereka sehari-hari, khususnya yang memiliki keluarga pasti akan merasakan kebingungan.

Lalu langkah apa yang bisa mereka tempuh agar dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari hari?. Selain itu, bagi para ojek pangkalan atau ojek online yang mempunyai kredit motor juga merasa kebingungan bagaimana cara untuk membayar cicilan motor mereka.

Bagi masyarakat yang tidak mampu, tentunya mengharapkan solusi terbaik dari pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam hal ini bisa memberikan langsung kebijakan yang bisa meringankan ekonomi masyarakat menengah kebawah dan tidak terkecuali bagi karyawan atau pekerja swasta yang terkena dampak dirumahkan untuk sementara waktu, tentunya secara otomatis mereka tidak memiliki penghasilan.

Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 4 yang berbunyi “Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Bertanggung Jawab melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit dan/ atau Faktor Risiko Kesehatan Masyarakat yang berpotensi menimbulkan Kedaruratan Kesehatan melalui penyelenggaran Kekarantinaan Masyarakat” yang disebutkan dengan terang, “Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.”

Dengan demikian masyarakat menengah kebawah tidak perlu kuatir dikarenakan pemerintah secara tegas akan memberikan solusi yang terbaik bagi warga yang wilayahnya terpapar virus Covid-19.

Pemerintah dalam hal ini akan membuat PP Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang yang akan menjadi patokan atau dasar pemerintah daerah dalam membuat kebijakan, guna membantu warganya yang terkena virus corona bahkan yang terpapar akibat dari virus corona.

Dimana ada jaminan dari pemerintah daerah dalam memberikan bantuan baik itu berupa bantuan logisitik makanan atau bantuan uang bagi masyarakat yang tidak mampu, sehingga mereka bisa memenuhi kehidupan sehari-hari.

Namun yang menjadi skala paling prioritas bagi pemerintah adalah bagi mereka yang memiliki perekonomian menengah kebawah, bantuan berupa logisitik baik itu sembako keperluan hidup sehari-hari ada juga bantuan berupa uang yang diberikan langsung oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah, sehingga kesejahteraan hidup masyarakat bisa terjamin, tidak ada lagi kecemasan bagi masyarakat.

Bahkan ada beberapa daerah baik itu ditingkat kabupaten/ kota seperti halnya Pemerintah Kabupaten Bintan lewat Bupati yang mengatakan bahwa akan diadakan pemotongan perjalanan dinas guna membantu masyarakat yang tidak mampu khususnya diwilayah Bintan yang diduga terpapar Covid-19.

Ini jelas menjadi gambaran untuk kita semua khususnya masyarakat yang tidak mampu untuk tidak panik atau khawatir, dimana pemerintah pusat atau daerah akan selalu memberikan solusi yang terbaik dan selalu sigap dan siap dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.

Pemerintah pusat juga akan memberikan relaksasi bagi para masyarakat yang memiliki kredit baik itu Kredit UMKM dan KUR, untuk menangkal efek negatif pandemi corona bagi perekonomian, khususnya bagi usaha mikro, pemerintah telah memberikan sejumlah keringanan.

Kebijakan keringanan ini tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical dampak penyebaran corona virus disease 2019.

Dimana adanya kelonggaran waktu pembayaran atau bunga yang telah dirumuskan oleh OJK untuk menjadi dasar bagi perbankan atau leasing. Sehingga masyarakat bisa sedikit bernapas lega. Dan tidak hanya itu pemerintah juga memberikan subsidi listrik berupa potongan kepada masyarakat yang kurang mampu dengan kriteria untuk listrik 450 VA dan 900 VA hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk memberikan harga spesial di wabah corona selama tiga bulan yakni kepada pengguna 450 VA akan digratiskan sementara untuk pengguna golongan 900 VA mendapat diskon 50 persen.

Dalam menanggapi fenomena yang terjadi akibat dari Covid-19, pemerintah selalu hadir untuk rakyatnya dengan memberikan berbagai solusi baik itu berupa bantuan materi atau non materi dengan hadirnya peraturan pemerintah dalam mengatasi bagi masyarakat yang memiliki kredit UKM ataupun leasing dengan diperlakukannya relaksasi sehingga ada kelonggaran demi terwujudnya perekonomian yang stabil dikalangan masyarakat menengah kebawah, bantuan berupa subsidi listrik juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Dan tidak hanya itu pemerintah selalu menyiapkan berbagai strategi guna menghadapi situasi yang tidak memungkinkan atas semakin mewabahnya Covid-19 sehingga pemerintah selalu siap dan masyarakat tidak perlu panik dan khawatir.

Bencana covid-19 adalah merupakan bencana global dimana masing-masing negara berlomba dalam hal memberantas dan memerangi dalam penyebaran virus yang sangat berbahaya ini, bahkan setiap hari penyebarannya selalu bertambah dan bahkan sangat mengkhawatirkan seperti yang terjadi di Italia dan Amerika Serikat.

Maka dari itu pemerintah selalu menghimbau warganya untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dengan selalu mencuci tangan dan selalu menjaga jarak dalam setiap berinteraksi yang dikenal dengan istilah social distancing.

Dan selalu tetap berada dirumah, jika diperlukan untuk bepergian dalam keadaan yang penting maka diharapkan untuk selalu memakai masker, sehingga bisa mencegah penularan covid-19.

Hal ini juga harus didukung dengan kesadaran masing masing agar selalu menjaga kebersihan. Selain itu, apabila kita merasa kurang sehat dan mengalami gejala batuk, panas dan flu alangkah baiknya langsung memeriksa kesehatan kita ke fasilitas kesehatan terdekat atau Tim Satgas Covid-19. (*)

One thought on “Dampak Covid – 19 Bagi Masyarakat

  1. Berkaca dari Surat Edaran terbaru Walikota Tanjungpinang yang diperpanjang hingga 21 April 2020, jujur saja saya tidak melihat dasar hukum pelarangan kedai kopi atau rumah makan untuk menyediakan meja kursi, Jika payung hukum yg diambil adalah UU karantina kesehatan..sahrusnya surat edaran tersbut juga harus mencantumkan solusi dari akibat yang ditimbulkan..jangan dibiarkan masyarakat menduga-duga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.