Dampak Game Online Terhadap Pelajar

by -1,464 views
Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, PUTRI RIKA LESTARI
Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, PUTRI RIKA LESTARI
Iklan Banner

Oleh:

PUTRI RIKA LESTARI

Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

Opini, (MetroKepri) – Seiring berkembangnya zaman, membuat teknologi semakin canggih. Game atau permainan yang dahulu secara tradisional, namun sekarang sudah beralih menjadi serba modern.

Tidak jarang sekali, banyak anak-anak khususnya remaja yang mulai meninggalkan permainan tradisional dan lebih memilih permainan modern. Hal itu dikarenakan permainan modern jauh lebih asik dan menyenangkan.

Permainan modern contohnya adalah game online yang mana para pemain bisa memainkannya hanya dengan terhubung internet dan tanpa harus keluar rumah untuk melakukannya dan juga mendapatkan jangkauan yang luas. Game online ini meliputi PUBG Mobile, Mobile Legends, Clash Of Clans (COC), Garena AOV, dan lain-lain.

Permainan ini tidak memandang profesi, usia dan waktu. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memainkan permainan ini.

Pada dasarnya, bermain game hanya ditujukan untuk mungusir kelelahan setelah melaksanakan aktifitas sehari-hari dan juga sarana hiburan bagi pelajar yang setelah seharian berjibaku dengan buku-buku pelajaran. Selain itu, Game online juga dimainkan oleh pelajar sebagai pengisi waktu luang, serta wadah berkumpul dengan teman-teman serta media untuk mendapatkan lebih banyak kenalan baru baik dari dunia maya melalui game online maupun dari warnet (warung internet).

Tetapi sebagai pelajar yang menjadi kewajiban yang utama dan penting adalah belajar. Seringkali dijumpai remaja yang berstatus pelajar mengabaikan kewajiban mereka dan menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain permainan ini.

Bukankah sebagai generasi milenial harus memanfaatkan teknologi yang berkembang sedemikian mungkin agar mendapatkan ilmu-ilmu yang berguna dan bermanfaat. Tetapi mengapa banyak juga yang memanfaatkan teknologi yang berkembang hanya untuk bermain permainan sesaat dan mengabaikan segala bentuk yang harus mereka kerjakan.

Menurut Grispon & Bokular (Elster, 1999:3) masa remaja sendiri merupakan suatu bagian dari proses tumbuh kembang berkesinambungan yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa awal.

Pada tahap ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dalam aspek fisik, emosi dan sosial. Peran serta orang tua dan lingkungan sangat penting dan juga diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Kurangnya komunikasi antara anak dan keluarga, pengawasan yang kurang, menghilangkan stres, rasa jenuh atau bosan yang dirasakan seorang anak yang melakukan aktifitas yang monoton merupakan salah satu dari sekian banyak penyebab seorang anak bermain game online.

Game online yang dimainkan secara terus-menerus akan menimbulkan rasa kesenangan yang selalu ingin diulang-ulang atau kecanduan. Tingginya intensitas bermain game online memberikan berbagai macam dampak atau pengaruh baik terhadap fisik maupun psikis dikeluarga, lingkungan maupun sekolahnya.

Menurut jurnal yang ditulis Effendi (2014) Dampak positif tersebut diantaranya adalah mereka mendapat kesenangan dan hiburan, mendapatkan banyak teman baru, serta mengikuti perkembangan teknologi. Dampak negatifnya adalah mereka menjadi jarang/malas belajar, lupa waktu, boros dalam memanfaatkan uang jajan, suka berbicara kasar, agresif, pergaulan tidak terkontrol, jarang bercengkrama dengan lingkungan (anti sosial), mengganggu kesehatan fisik dan psikologis.

Contohnya adalah jika seseorang pelajar yang menggunakan waktunya hanya untuk bermain game maka akan membuat dirinya menguras lebih banyak waktu dan tenaga, dapat membuat badan merasa kelelahan untuk keesokan harinya, sehingga proses belajar tidak efektif di sekolah dan kurang berkonsentrasi terhadap pelajaran dan timbul rasa kantuk.

Kekalahan juga membuat emosi mereka terkadang tidak stabil karena terdapat perasaan marah, kecewa dan tidak puas sehingga mereka tertantang mencoba terus hingga berhasil mendapat apa yang dia inginkan. Apa yang mereka rasakan adalah salah satu dari dampak yang timbul akibat tenggelam dalam euphoria bermain game online.

Bahkan, sebuah laporan hasil penelitian dari Swedia (European Journal of Cancer Prevention, 2002) menyebutkan bahwa pengguna handphone secara berlebihan lebih rentan terkena kanker otak bila dibandingkan dengan yang tidak pernah menggunakan sama sekali. Semakin lama menggunakan, semakin besar resiko terkena kanker otak.

Sudah banyak dan mudah dijumpai berbagai tempat yang menyediakan game online. Jika seorang pelajar yang ingin mengurangi intensitas bermain game online atau bahkan tidak lagi menggeluti dunia game online dengan meniatkan kepada dirinya untuk tidak bermain lagi walaupun sulit tetapi belajar perlahan-lahan untuk peduli dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Mencoba untuk mengisi waktu luang yang tadinya terpakai untuk bermain tetapi diisi dengan kegiatan bermanfaat contohnya berorganisasi, berdiskusi dan juga berkumpul dengan teman-teman untuk membahas sesuatu yang bermanfaat. Bergaul lah dengan teman yang bukan pecandu atau pengguna game online sebab seseorang bisa mempengaruhi teman lainnya.

Senantiasa memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain dan mengatur atau membagi waktu sebaik-baiknya. Fokus terhadap apa yang menjadi prioritas utama seorang pelajar dan sungguh-sungguh menggapai cita-cita.

Jadi, ada berbagai pengaruh atau dampak yang timbul yang disebabkan oleh game online, mulai dari dampak positif dan juga negatif. Dapat kita ketahui dampak game online sangat berpengaruh pada tingkat konsentrasi dan keefektifan belajar seorang pelajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi intensitas bermain game online dan juga konsentrasi dengan masa depan.

Jangan sampai generasi muda mudah termakan teknologi dan tidak mampu mengontrol arusnya globalisasi terutama para pelajar. Jika menggunakan atau memanfaatkan teknologi dengan baik. maka akan berpengaruh baik juga bagi penggunanya. Maka pintar-pintarlah dalam memanfaatkannya jangan sampai terjerumus oleh teknologi yang semakin canggih. Karena yang dapat menentukan mana yang baik dan buruk kita sendiri bukan orang lain. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.