Data Status Gizi 11 Persen, Natuna Alami Penurunan Stunting

by -59 views
Pj Sekda Natuna, Hendra Kusuma
Pj Sekda Natuna, Hendra Kusuma
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Pj Sekda Natuna Hendra Kusuma mengatakan Natuna telah mengalami penurunan dari tahun – tahun sebelumnya untuk kasus stunting.

Untuk tahun 2020, data status gizi Natuna berkisar 11% selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Stunting itu merupakan kondisi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari kawan-kawan seusianya. Itu terjadi karena kurangnya gizi yang dialami oleh anak dibawah usia 2 tahun,” papar Hendra saat dijumpai, Kamis 18 Maret 2021.

Selain tubuh pendek, Hendra menjelaskan banyak dampak buruk lainnya yang disebabkan stunting dan dapat merugikan masa depan anak. Untuk itu, ia mengatakan perlu peran serta semua stakeholder untuk menghindari terjadinya stunting ini.

Plt Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah
Plt Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah

Plt Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah membenarkan Kabupaten Natuna telah mengalami penurunan stunting. Dari standar WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia, sekitar 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

“Asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi dan berkualitas sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit sehingga pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran. Alhamdulillah, data status gizi untuk bayi dan anak dibawah 2 tahun untuk Natuna berkisar 11 %, target nasional 20 %, jadi Natuna dibawah itu,” kata Hikmat.

Hikmat berharap, masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan makan makanan yang bergizi terutama pada ibu hamil di 1000 hari pertama kehidupan.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Natuna, Daeng Zuliyanti menjelaskan berkat perjuangan dari semua stakeholder, Natuna mengalami penurunan stunting.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Natuna, Daeng Zuliyanti
Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Natuna, Daeng Zuliyanti

Daeng Zuliyanti menjelaskan, penurunan stunting di Natuna terjadi karena selain pemenuhan gizi yang semakin baik selama masa kehamilan, faktor seperti tingkat pengetahuan ibu semakin memadai, sanitasi dan lingkungan yang baik serta tidak terbatasnya layanan kesehatan juga ikut mempengaruhi.

“Alhamdullilah, bersama dengan stakeholder yang lain kita perbaiki dan benahi untuk menekan angka stunting ini. Jadi gizi, air bersih dan lingkungan serta layanan kesehatan dibuat seimbang,” katanya saat dijumpai diruang kantornya.

Daeng Zuliyanti melanjutkan, stunting ini mempengaruhi anak dari kecil sampai dewasa dan menyebabkan berbagai masalah seperti pertumbuhan fisik, terganggunya perkembangan otak sehingga kecerdasan dibawah rata-rata dan terganggunya sistem kekebalan tubuh sehingga mudah sakit.

Selain gizi yang baik dan tubuh yang sehat, Daeng Zuliyanti mengatakan hal-hal yang harus diingat untuk mencegah stunting yakni mengkonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui, rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah.

“Dari tahun 2018 Natuna sudah masuk program pusat untuk stunting, dengan pembinaan dan perbaikan yang terus berlanjut, Natuna sudah dibawah target nasional yakni 11 %. Mudah-mudahan kerjasama yang baik dengan semua stakeholder, stunting bisa dicegah dan terus mengalami penurunan,” imbuhnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.