Dinilai Pemborosan Anggaran, LBM Minta KPU Lingga Batalkan Konser Musik

by -60 views
Departemen Politik dan Sosial LSM – LBM, Pursyahdad
Departemen Politik dan Sosial LSM – LBM, Pursyahdad
Iklan Banner

Lingga, (MetroKepri) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lingga berencana akan menggelar acara perhelatan pentas seni dan konser musik yang bertajuk Gerakan Sadar Pemilu yang akan diselenggarakan di Lapangan Kantor Bupati Lingga pada Sabtu (23/3/2019) dan Minggu (24/3/3019) mendatang.

Akan hal itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Bunda Melayu (LSM – LBM) menilai KPU Kabupaten Lingga melakukan pemborosan anggaran. Bahkan, acara tersebut menandakan rendahnya integritas dan tanggungjawab KPU tentang penggunaan uang negara/ rakyat.

“Acara KPUD Lingga itu sangat ironis, karena kontras dengan kondisi masyarakat Lingga yang saat ini masih minim pengetahuan terhadap Pemilu serentak yang baru pertama kali diadakan di Indonesia,” papar Departemen Politik dan Sosial LSM – LBM, Pursyahdad, Selasa (12/3/2019).

Pursyahdad juga menyoroti soal besaran anggaran atau kos yang dikeluarkan KPUD Lingga dalam mensukseskan kegiatan tersebut yang tidak sedikit. Seperti anggaran untuk pemenangnya saja sekitar Rp10 juta dan trohpy. Belum lagi kos untuk perlengkapan lainnya.

“Kalau kami amati, kos dari kegiatan itu mencapai belasan bahkan puluhan juta. Sebab KPUD mengundang artis Yulia Lida. Namun, sasarannya kurang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, lebih baik mengundang antusias masyarakat apabila diadakan diskusi publik atau yang lainnya. Sebab, KPUD Lingga belum pernah mengadakan diskusi publik dalam mengurangi apatisme masyarakat terhadap Pemilu.

“Artinya, ini sebagai tolok ukur kinerja KPUD Lingga sebagai pelaksana dalam Pemilu. Apakah hanya sebatas acara itu saja ide kreatif yang dimiliki KPUD Lingga?,” katanya seraya bertanya.

Masih kata Pursyahdad, KPU seharusnya lebih berkomitmen terhadap pemilu. Sebab acara pentas seni dan konser musik itu tidak ada korelasi dengan pemilih berdaulat negeri kuat terkhusus di Kabupaten Lingga.

“Relawan KPU ditingkat desa ada, tapi tidak mampu memberikan pengajaran kepada masyarakat. Banyak masyarakat kita tidak memahami jenis dan fungsi kertas suara. Sedangkan KPU itu tugasnya memberikan pemahaman dan pengajaran kepada masyarakat,” ucap Pursyahdad.

Oleh karena itu, LSM – LBM meminta KPU Lingga agar membatalkan acara tersebut dan fokus kepada sosialisasi tentang pemilu yang lebih bermartabat tanpa menghambur – hamburkan uang rakyat. (*)

Penulis : BUSTAMI

Editor     : ALPIAN TANJUNG

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.