Dinkes Kota Sediakan Makanan Tambahan Balita dan Ibu Hamil KEK

by -168 views
Staff Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang saat memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil
Staff Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang saat memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Di masa Pandemi, Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang tetap menyediakan makanan tambahan bagi balita kurus dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

Pemberian makanan tambahan tersebut dimaksudkan sebagai upaya mencegah terjadinya balita stunting. Hal ini dikatakan oleh Kadinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam kepada awak media ini, Sabtu (02/05/2020).

Rustam menjelaskan, sasaran pemberian makanan tambahan ini terutama adalah ibu hamil yang menderita KEK yang biasanya ditandai dengan ukuran lingkar lengan atasnya di bawah 23,5 cm.

“Tetapi Ibu hamil Non KEK pun dimungkinkan jika berpotensi kekurangan asupan makanan bergizi,” ujarnya.

Menurut Rustam, kecukupan asupan gizi sangat penting bagi ibu yang sedang hamil dan juga para balita. Sedangkan kita memahami dalam pandemi Covid-19 sekarang ini, banyak diantara warga masyarakat yang terdampak ekonominya sehingga  berpotensi kekurangan kecukupan gizi.

“Sedangkan sasaran pemberian makanan tambahan untuk balita terutama adalah balita yang menderita gizi kurang (wasting) walaupun untuk balita bukan gizi kurang juga dimungkinkan sebagai PMT penyuluhan,” terangnya.

Kata Rustam lagi, makanan tambahan yang disediakan dalam bentuk biskuit yang yang diformulasikan khusus serta memiliki kandungan gizi tinggi baik energi, protein, vitamin dan mineral penting.

“Anjuran konsumsi makanan tambahan untuk Ibu hamil adalah 1 bungkus (isi 3 keping) per-hari. Sedangkan untuk balita, anjuran konsumsinya adalah 2 bungkus (8 keping) per-hari untuk balita usia 6 bln-11 bulan dan 3 bungkus (12 keping) per hari untuk balita usia 12 bln- 59 bulan,” ungkapnya.

Rustam menuturkan, pemberian makanan tambahan ibu hamil KEK dan balita gizi kurang diberikan untuk masa 90 hari, sedangkan untuk bukan ibu hamil KEK dan balita bukan kurang gizi diberikan untuk masa konsumsi 30 hari.

“Saat ini masih tersedia bahan makanan tambahan untuk 420 orang ibu hamil, 81 balita gizi kurang dan 597 balita bukan gizi kurang. Jika memang dibutuhkan Dinkes dapat mengajukan tambahan ke Kementerian Kesehatan,” paparnya.

Untuk itu, Rustam mengimbau kepada seluruh ibu hamil dan ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan untuk dapat menghubungi para kader posyandu dan petugas puskesmas setempat atau Ketua RT dan RW juga dapat membantu melaporkan ibu hamil KEK dan balita gizi kurang di wilayahnya untuk segera dilakukan intervensi.

“Pada tahun 2019 makanan tambahan diberikan kepada 177 ibu hamil KEK dan 70 balita yang kurus. Sedangkan pada Januari sampai Maret 2020 ini telah diberikan kepada 56 ibu hamil KEK dan 25 balita gizi kurang,” sebutnya.

Sementara itu, untuk lebih memudahkan para ibu hamil dan ibu balita melakukan kontak, berikut nama dan nomor telpon petugas puskesmas yang bisa dihubungi, PKM Sei Jang Gotri Marsedi (082169630621), PKM Tanjungpinang Nurbaeti (081261844181), PKM Batu 10 Ilmaryefa (081372310345), PKM Tanjung Unggat Rini Febriyanti (081270631363), PKM Mekar Baru Maulida Vanny (082286573500), PKM Kampung Bugis Evita Widiyati (085365880277) dan PKM M.Kota Piring Linda Mariana (081264337063). (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.