Diperpanjang, Kota Tanjungpinang Tidak Masuk Dalam Daftar PPKM Level 4

by -213 views
Daftar 45 Kabupaten Kota Level 4
Daftar 45 Kabupaten Kota Level 4

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada 10 Agustus – 16 Agustus 2021. Dari daftar 45 kabupaten kota yang diberlakukan PPKM level 4, Kota Tanjungpinang tidak termasuk didalam daftar tersebut.

Hal itu juga dibenarkan oleh Koordinator Lapangan Prokes Internal Pemerintah Kota Tanjungpinang, Surjadi. Ia mengatakan Kota Tanjungpinang tidak termasuk didalam daftar penerapan PPKM level 4.

“Didaftar 45 kabupaten kota level 4, kita (Kota Tanjungpinang,red) sudah tidak ada,” ujar Surjadi saat dihubungi Metrokepri.com, Senin (9/8/2021).

Untuk kepastiannya, tentu pihaknya tetap menunggu Inmendagrinya terlebih dahulu.

“Kita tunggu Inmendagrinya ya. Agar kita tahu pengaturannya,” ucap Surjadi.

Sementara dikutip dari laman Tempo.co, Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, dalam penerapan PPKM Level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada 10 Agustus-16 Agustus 2021, terdapat 26 kota atau kabupaten yang turun dari level 4 ke level 3.

“Hal ini menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan,” ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Senin, 9 Agustus 2021.

Pemerintah sebelumnya menggunakan sejumlah indikator menentukan level PPKM. Untuk level 4, kriterianya; angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 lebih dari lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Sementara level 3, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 antara dua sampai lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Namun kali ini, Luhut menyebut evaluasi dilakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena terjadi distorsi data akibat ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang.

“Sehingga hal ini menimbulkan distorsi dalam penilaian,” ucap Luhut. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.