Dirut BUMD Tanjungpinang Penuhi Panggilan Penyidik

by -76 views
Dirut BUMD Tanjungpinang, Fahmi Didampingi Kuasa Hukumnya, Faizal SH Saat Tiba di Satreskrim Polres Tanjungpinang
Dirut BUMD Tanjungpinang, Fahmi Didampingi Kuasa Hukumnya, Faizal SH Saat Tiba di Satreskrim Polres Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, Sabtu (18/04/2020).

Kehadiran Fahmi bersama Kuasa Hukumnya, M. Faizal SH ke Polres Tanjungpinang ini guna memberikan klarifikasi.

“Kita penuhi panggilan hari ini untuk memberikan klarifikasi ke penyidik,” papar Kuasa Hukum Dirut PT TMB, M Faizal SH kepada MetroKepri.

Dia mengutarakan, klarifikasi yang disampaikan ke penyidik ini juga merupakan proses penyelidikan atas dugaan keabsaan gelar kliennya yang dilaporkan oleh salah satu masyarakat.

“Kita ikuti proses hukum yang berlaku. Klarifikasi ini juga agar dikemudian hari tidak ada lagi fitnah terhadap klien kita,” ujar Faizal.

Masih kata dia, pemanggilan kliennya hari ini hanya untuk klarifikasi itu dulu. “Ini baru selesai. Kita serahkan ke penyidik untuk proses selanjutnya,” ucapnya.

Hingga saat ini, kata dia, kliennya masih tetap kerja seperti biasa. Karena ini masih tahap penyelidikan.

Sebelumnya, Dirut BUMD PT TMB, Fahmi S.Si dilaporkan oleh Hariyun Sagita atas dugaan ijazah dan gelar palsu untuk mendapatkan posisi sebagai Direktur Utama BUMD PT TMB, ke Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Dihadapan media, Hariyun Sagita menjelaskan, pelaporan yang dibuat karena yang bersangkutan seorang pejabat publik yaitu Direktur Utama BUMD, dan lapran ini supaya bisa terang benderang secara hukum.

Dia mengatakan, yang bersangkutan memiliki ijazah Sarjana Sastra Inggris di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

“Untuk Sastra Inggris tidak ada gelar S.Si, yang kami tahu gelar itu digunakan untuk sarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Di KTP dia (Fahmi) memakai gelar S.Si dan nota dinas dan lain sebagainya menggunakan itu,” katanya.

Tidak hanya itu, Hariyun juga menyampaikan bahwa di website Pendidikan Tinggi (Dikti) ijazah yang bersangkutan tidak terdaftar dan tidak dinyatakan lulus.

“Kita menyerahkan seluruhnya seperti KTP, ijazah, nota dinas dan SK Dirut BUMD ke penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang,” ucapnya. (Red/ Mad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.