Februari 2019, Peserta JKN KIS Kabupaten Lingga Sebanyak 79.901

by -65 views
Sekda Lingga, Juramadi Esram
Sekda Lingga, Juramadi Esram
Iklan Banner

Lingga, (MetroKepri) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Juramadi Esram mengatakan sejak amanat Undang Undang SJSN tahun 2004 lalu diterbitkan, maka perencanaan pengintegrasian itu juga dilaksanakan.

“Artinya, bukan dibangun saat tahun 2018. Jauh jauh hari, daerah sudah harus bersiap dengan pengintegrasian terhitung pada 1 Januari 2014 – 2018,” papar Esram, Rabu (06/02/2019).

Masih kata Esram, empat tahun silam merupakan masa transisi. Hal ini terjawab pada masa periode kepemimpinan Awe – Nizar, tahap demi tahap dilakukan. Dimulai tahun 2016, sejumlah 5000 jiwa penduduk Kabupaten Lingga secara bertahap diintegrasikan kedalam program prioritas nasional. Kemudian tahun 2018 ditambah 1.500 jiwa secara bertahap, sampai roadmap JKN – KIS PBI.

“Daerah mempersiapkannya dari awal tahun 2018 dengan mengadakan sosialisasi ke kecamatan, bahkan melalui media dan forum – forum yang dihadiri oleh pemuka desa dan kelurahan,” ujar Esram.

Dia mengutarakan, penyampaian yang dimaksud yakni tentang skema program prioritas nasional ini. Peraturan – peraturan tentang wajibnya mendukung program prioritas nasional seperti Jamkesda (JKL/ JKLT) yang saat ini memang primadona untuk di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, namun hanya sebatas sampai di Provinsi Kepri saja.

“Namun apabila masyarakat membutuhkan pelayanan diluar Provinsi Kepri atau kota lain, maka harus bermohon kesediaan Pemprov Kepri untuk memberikan dana co – sharing,” ucapnya.

Esram mengemukakan, dalam roadmap pengintegrasian penduduk Kabuparen Lingga ke JKN sudah dipetakan prosedur pemilihan dan penapisan penduduk berada ditangan Dinas Sosial sebagai dinas yang berwenang dalam penentuan kepesertaan penduduk miskin/ kurang mampu, hal ini juga sebagai amanat Perpres 101 tahun 2012, tentang pemberian bantuan iuran yang menyatakan daerah wajib menanggung iuran bagi penduduk miskin dan kurang mampu.

Lanjutnya, untuk diketahui bahwa di Kabupaten Lingga yang telah memiliki JKN KIS per Februari 2019 sejumlah 79.901. Dari jumlah tersebut, iuran yang dibayarkan oleh daerah sejumlah 38.117. Dan didukung juga program JKN Plus berupa penggantian transport dan akomodasi dalam sistem rujukan bagi peserta, penggantian transport dan akomodasi untuk tenaga kesehatan rujukan yang mendampingi peserta JKN KIS ke faskes rujukan (rumah singgah di Tanjungpinang).

“Akses yang diberikan untuk peserta JKN KIS bukan hanya sebatas di Provinsi Kepri, karena program prioritas ini merupakan program nasional. Oleh karena itu, sifatnya juga nasional. Sampai keseluruh wilayah NKRI,” kata Sekda Pemkab Lingga Lingga ini.

Ditambahkannya, dari jumlah penduduk yang ada dan menurut data BPS, grand total penduduk Kabupaten Lingga di tahun 2019 sejumlah 89.501 jiwa dibandingkan dengan penduduk yang sudah memiliki JKN KIS : 79.901.

“Artinya Kabupaten Lingga telah berada di persentase 89,27 persen.

Untuk mencapai ‘Universal health coverage’ Kabupaten Lingga hanya menambah sekitar 5.124 jiwa, artinya dari 5.124 jiwa untuk penduduk yang mampu agar berpartisipasi dalam JKN Mandiri,” ucapnya. (*)

Penulis : BUSTAMI

Editor   : ALPIAN TANJUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.