Indonesia Berlakukan New Normal, Amankah Dunia Pendidikan Dibuka saat Pandemi?

by -71 views
Mahsiswi UMRAH
Mahsiswi UMRAH
Iklan Banner

Oleh: Cindy Febriani
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Opini, (MetroKepri) – Parahnya wabah virus corona membuat perekonomian Indonesia hampir lumpuh dan apabila dibiarkan terus-menerus maka akan memicu terjadi banyak PHK di Indonesia dikarenakan berhentinya aktivitas sosial yang telah membuat terhambatnya perekonomian di Indonesia.

Namun, dampak dari wabah virus corona ini bukan hanya kepada masyarakat dan perekonomian saja, tetapi berdampak juga bagi dunia pendidikan, baik anak sekolahan ataupun anak kuliahan.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia akan berlakukan new normal. Nah, apa itu new normal? New normal adalah salah satu langkah penanganan Covid-19 untuk menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti protokol kesehatan.

Lalu, langkah seperti apa yang harus dilakukan untuk menerapkan new normal? Jadi, langkah yang harus ditaati saat diberlakukannya new normal yaitu tetap menggunakan masker, cuci tangan, dan tes suhu badan (temperatur).

Berlakunya new normal ini memerlukan kerja sama antara pihak medis serta kesiapan,kepeduliaan dan kesadaran masarakat itu sendiri.
Selama ini pandemi covid 19 secara tidak langsung memaksa kita untuk melakukan aktivitas kegiatan dari rumah, termasuk pendidikan.

Kita tetap melakukan pembelajaran melalui daring. Biasanya daring dilakukan menggunakan gadget, namun ada juga peserta didik yang tidak mempunyai gadget sehingga para guru terpaksa mendatangi rumah murid satu persatu.

Pembelajaran melalui daring ini tetap memiliki hambatan dan rintangan namun demi melaksanakan pembelajaran, hal tersebut tetap dilaksanakan.

Pada saat ini pemerintah merencanakan akan menerapkan “new normal”. Namun tentu saja hal ini akan menimbulkan pro dan kontra baik dikalangan orang tua ataupun dari kalangan guru itu sendiri. Bagi kalangan orang tua mereka khawatir terhadap kesehatan dan keamanan anaknya ketika berada di sekolah.

Dikarenakan anak-anak rentan terkena covid 19, takutnya semua kegiatan dan seluruh interaksi di sekolah malah menyebabkan virus tertular lebih cepat. Apalagi di sekolah itu tempat anak-anak main, jadi sangat susah untuk mengatur anak-anak agar tidak melakukan kontak langsung dengan sesama temannya, bahkan tidak hanya teman sekelasnya saja, virus dapat tertular dari kegiatan selama anak sekolah seperti ketika anak berangkat sekolah menggunakan kendaraan umum atau bahkan ketika anak membeli jajanan.

Kesiapan kesehatan di lingkungan sekolah masih belum aman karena tidak semua tingkatan usia anak mampu memahami dan mengikuti aturan dan langkah-langkah protokol kesehatan jika new normal akan diterapkan di sekolah.

Mungkin sebaiknya menurut penulis, penerapan new normal diterapkan di tingkat perkuliahan karena mereka sudah bisa memahami dan mengerti bagaimana aturan kesehatan agar terhindar dari virus ini. Bahkan mereka sudah bisa mengikuti aturan-aturan seperti apa yang harus dilakukan agar terhindar dari wabah yang terjadi saat ini.

Sebaiknya penerapan new normal dibidang pendidikan jangan terlalu teburu-buru, terutama untuk tingkat TK, SD, SMP dan SMA diharapkan masih menerapkan proses belajar dari rumah. Karena proses belajar online di rumah merupakan langkah yang paling ampuh untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona walaupun kekurangan dari metode daring ini banyak siswa dan siswi yang kurang mengerti terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh masing-masing guru dan membuat banyak orang tua murid kebingungan dengan kegiatan ini.

Sehingga membuat orang tua keteteran dalam memahami tugas anak-anaknya. Namun, sisi positif dari metode daring ini yaitu siswa dan siswi lebih mandiri dan akan membuat siswa-siswi bahkan mahasiswa untuk berfikir secara kritis, dapat mencari informasi lebih dalam lagi secara mandiri dan orang tua dapat mendekatkan diri lagi terhadap anak, karena biasanya orang tua hanya mengurusi anak saja, namun saat seperti ini orang tua ikut serta mengajarkan anaknya terutama dalam proses pendidikan anak.

Oleh karena itu diharapkan kepada siswa-siswi bahkan mahasiswa untuk mengambil sisi positif dalam pembelajaran secara online ini dan berusaha agar lebih giat untuk memecahkan masalah secara mandiri dan selalu berfikir kritis dan lebih berani lagi dalam berkreasi untuk menciptakan inovasi yang bisa meembuat suskes dunia pendidikan kedepannya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.