Isdianto Minta Sekolah Tidak Menolak Siswa Baru Sesuai Zonasi

by -22 views
Plt Gubernur Kepri, Isdianto
Plt Gubernur Kepri, Isdianto
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Plt Gubernur Kepri Isdianto meminta agar semua sekolah SMA/SMK Negeri menerima semua siswa baru sesuai dengan zonasinya masing-masing.

Hal ini menanggapi banyaknya keluhan orang tua, karena pihak sekolah tidak bisa menerima di Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 tingkat SMA/SMK, walau rumah mereka dalam zonasi sekolah tersebut.

“Saya minta agar pihak sekolah SMA dan SMK Negeri menerima semua anak-anak sesuai dengan zonasinya masing-masing,” kata Isdianto, di Tanjungpinang, Minggu (12/7/2020).

Ditegaskan Isdianto, seharusnya pihak sekolah sesuai aturan PPDB menerima anak yang akan masuk sekolah tersebut sesuai zonasi.

Karena tambah Isdianto, sistem zonasi ini memberikan persentase sebesar 50 persen unuk zonasi, sedangkan untuk jalur afirmasi 15 persen, jalur prestasi 30 persen dan jalur perpindahan orang tua dengan persentase 5 persen

“Artinya kuota penerimaan anak dengan sistem zonasi ini harusnya lebih besar. Jadi bila rumah anak ini dekat dengan sekolah, kenapa harus ditolak dan tidak masuk,” tuturnya.

Sebelumnya Isdianto mendapat laporan banyak anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah, tapi karena keterbatasan daya tampung mereka tidak bisa diterima.

Seperti di SMA Negeri 3, sistem menolak karena daya tampung sudah terpenuhi. Dari 1.705 pendaftar sebanyak 1.128 tertolak oleh sistem karena jaraknya.

Dalam pertemuan dengan Kepala SMA dan SMK Negeri, akhir pekan lalu, Isdianto sudah berpesan jangan sampai anak-anak Kepri putus sekolah.

“Solusi cepat harus ditemukan sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar,” ujar Isdianto.

Di Kepri, tahun ini dalam laporan yang diterima Isdianto ada 17.917 lulusam SMP/MTS. Dari jumlah itu, daya tampung se Kepri hanya 13.137.

Artinya masih ada selisih 6.544 pelajar. Sementara untuk Batam diperkirakan sekita 1.545 selisih yang yang belum tertampung.

Isdianto juga mendapat laporan masih ada beberapa zona yang masih kosong. Dia sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan masalah ini.

“Harus cepat diselesaikan. Beri solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan dan anak-anak Kepri,” kata Isdianto.

 

(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.