Jangan Ada Intimidasi, Warga Seraya Atas Siap Dipindahkan

by -303 views
Suasana RDP Diruang Komisi I DPRD Kota Batam
Suasana RDP Diruang Komisi I DPRD Kota Batam
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Ratusan warga Kampung Seraya Atas RW 05 Kelurahan Pelita Kecamatan Lubuk Baja menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Batam, Rabu (1/7/2020).

RDP tersebut terkait pengukuran lahan yang ada Kampung Seraya Atas RW 05.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto ini juga turut dihadiri oleh intansi terkait yakni Direktorat Pengelolaan BP Batam, Camat Lubuk Baja, Lurah Kampung Pelita, Pimpinan PT Golden Teleshop, Pimpinan PT Tiga Coin Mas, Pimpinan PT Mega Sentosa dan Ketua RW 05 serta perwakilan warga 05.

“Kami tetap ingin kondusif dan terarah semuanya. Jangan kami ada diintimidasi, jangan kami dibohongi. Boleh kita cari solusi yang baik dan kita siap untuk dipindahkan tempat yang layak dan sesuai, termasuk yang kita pikirkan bila kita dipindahkan. Jadi bukan tempat aja yang kita pikirkan dan bukan uang sagu hati dan bukan kavling. Jadi yang kita pikirkan terutama itu adalah anak sekolah,” papar Tokoh Masyarakat Kampung Seraya Atas saat diwawancarai media di Gedung DPRD Kota Batam.

Atas nama warga Kampung Seraya Atas, dirinya siap bernegosiasi dengan baik, karena pihaknya juga taat hukum.

“Kami sebagai warga sudah pernah mengajukan permohonan secara hukum kepada pihak BP Batam untuk membayar UWTO dan pada saat kami mau membayar UWTO itu, kenapa kami ditolak. Sementara kami tinggal disana itu mulai dari tahun 1982 dan pihak BP Batam kenapa tidak ada pertimbangan atas permasalahan itu,” ujarnya.

Jadi, pihaknya sangat sesalkan BP Batam. Bukan kepada pihak pengusaha.

“Kenapa mereka tidak lihat kami ada bukti memiliki KTP dan KK di Seraya itu. Kami sudah lama mendiami masalah itu, jadi tolong disampaikan permasalahan itu. Kepada bapak-bapak di BP Batam dan juga kepada bapak-bapak pejabat, tolong lah dilihat kami sebagai rakyat kecil ini,” katanya.

Sementara itu terkait penggusuran yang dilakukan oleh PT Golden Telesshop tersebut, pihak PT Golden Telesshop siap akan mengganti rugi dan memberikan sagu hati kepada warga masyarakat Seraya Atas.

“Jadi kalau menurut dari Komisi l DPRD Batam ini, dengan menurut secara legalitas bahwa pihak DPRD sudah mengakui ke sahan legalitas kita. Namun tetap mereka meminta menunjukkan dokumen asli dari pihak BP Batam. Jadi pihak BP Batam sudah bersedia. Artinya kami bukan mafia lahan seperti yang diberitakan sebelumnya. Jadi hasil RDP, kami memiliki legalitas yang lengkap dan yang sah atas lahan tersebut,” ucap Kuasa PT Golden Telesshop, Predi Aritonang di Gedung DPRD Kota Batam.

Terkait dengan permasalahan warga, pihaknya siap. Sebab pihaknya berbuat baik untuk mereka bukan ada niat-niat yang lain-lain.

“Artinya berikan kami kesempatan untuk mengukur lahan kami dan mendata supaya kami juga siap menyediakan kavling sesuai dengan jumlah warga masyarakat yang kami pindah itu,” katanya.

Dia memaparkan tentang masyarakat Kampung Seraya Atas yang digusur, pihaknya siap untuk mengganti.

“Kami menggusur warga itu bukan cuma-cuma dan sementara yang kita ganti rugi terhadap mereka itu, kami memberikan mereka pertama kavling ukuran enam kali sepuluh dan yang kedua uang senilai Rp10.000.000. Kavling yang kita berikan itu bukan kavling biasa, kavling yang kita berikan ke mereka itu kavling yang memiliki sertifikat,” ucapnya. (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.