Jelang Pilkada, Andes Putra Diberhentikan Sebagai Ketua DPRD Natuna

by -212 views
Andes Putra saat dikonfirmasi sejumlah awak media usai Rapat Paripurna
Andes Putra saat dikonfirmasi sejumlah awak media usai Rapat Paripurna
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Kabar pergantian Ketua DPRD Natuna periode 2019 – 2024, Andes Putra sempat menghebohkan masyarakat Natuna belum lama ini. Kini isu tersebut menjadi kenyataan.

Sebelumnya, dilansir dari kabarterkini.co.id pada 17 September 2020, Ketua DPRD Natuna Andes Putra mengaku tidak mengetahui adanya isu pergantian dirinya sebagai Ketua DPRD Natuna.

Karena ia tidak pernah dipanggil Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Natuna Yohanis atau pengambil kebijakan lainnya. Jadi ia menilai, pergantian itu, hanya isu tidak perlu dikembangkan.

“PAN, sebuah partai besar. Punya mekanisme, tidak jauh dengan partai lain. Jelas setiap pergantian, akan sesuai mekanisme berlaku di partai kami,” kata Andes Putra saat dihubungi via ponsel oleh sejumlah awak media, Kamis 17 September 2020.

Dengan adanya isu pergantian, wakil rakyat dengan suara terbesar dari wakil rakyat daerah pemilihan satu, dua dan tiga lainnya itu meminta awak media  untuk tidak membesar-besarkannya.

Sebab dalam situasi Pilkada Serentak 2020, suasana politik sedikit memanas.

“Saya merupakan kader partai. Apapun kebijakannya, saya akan ikuti. Sekali lagi saya sampaikan, PAN sebuah partai besar sangat demokrasi,” kata Tokoh Pemuda Tanjung Setelung, Kecamatan Serasan itu.

Sementara, isu berkembang ditengah masyarakat, kedudukan Andes Putra sebagai Ketua DPRD Natuna akan tergantikan. Namun belum diketahui, siapa pengganti wakil rakyat terkenal bersahaja tersebut.

Berselang empat hari, tepatnya malam tanggal 21 September 2020, hal yang dianggap isu tersebut menjadi kenyataan setelah DPRD Natuna melaksanakan Rapat Paripurna dalam acara penyampaian pengumuman pemberhentian Pimpinan DPRD Natuna dan usulan Pimpinan DPRD Natuna.

Saat itu, Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah memimpin rapat paripurna dan Wakil Ketua II DPRD Natuna Jarmin Sidik membacakan SK dari DPP Partai PAN mengenai pemberhentian Andes Putra sebagai Ketua DPRD Natuna dan mengusulkan Daeng Amhar sebagai Ketua DPRD Natuna.

Usai Rapat Paripurna, dihadapan sejumlah awak media, Andes Putra menerima apapun keputusan yang diberikan oleh partai.

”Keputusan hari ini adalah yang terbaik untuk partai dan saya menerima keputusan itu. Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Natuna jika ada kekurangan selama lebih kurang satu tahun lebih dan saya minta untuk undur diri dari jabatan Ketua, namun saya tetap menjadi anggota DPRD Natuna,” katanya.

Menurutnya, semua ini ada hikmahnya dan sudah jalan Tuhan dengan melaksanakan sebaik-baiknya sambil tegak berdiri dan penuh semangat dalam menjalankan tugas yang sudah diamanahkan oleh partai dan masyarakat Natuna khususnya dari Dapilnya.

“Saya mohon maaf jika ada salah dan kekurangan,” katanya.

Untuk pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPRD Natuna, Andes Putra tidak mengetahui secara pasti kesalahan yang sudah dilakukannya karena ia belum pernah mendapat surat peringatan dari partai.

“Terlepas ada kesalahan atau tidak, ini sudah keputusan partai dan ini hal yang harus saya junjung tinggi dan terbaik untuk partai. Kalau dikaitkan dengan Pilkada dan pengaruh Pilkada nanti, itu saya tidak tahu. Biarkan masyarakat yang menilai. Tahapan masih berjalan, hari ini pengumuman, tinggal menunggu SK Gubernur untuk peresmian atau pelantikan,” imbuhnya.

Meskipun masih tergolong muda dan salah satu putra terbaik Natuna, pria yang lahir pada 30 Mei 1992 silam ini mempunyai beberapa kisah unik dibalik pemberhentiannya sebagai Ketua DPRD Natuna.

Pertama, Andes Putra merupakan abang ipar dari mantan Sekda Natuna Wan Siswandi, dan saat ini ikut mencalonkan diri sebagai Bupati Natuna di Pilkada 2020 yang akan bertarung dengan kandidat lain diusung oleh Partai PAN dan Golkar.

Kedua, pemberitaan metrokepri.com yang terbit pada tanggal 18 Agustus 2019 dengan judul “Pleno DPD PAN Natuna, Yohanis dan Hendriyana Diusulkan Ikut Pilkada 2020”. Di alinea terakhir dalam pemberitaan tersebut, untuk calon pimpinan DPRD Natuna dari hasil pemungutan suara, dua nama diusulkan oleh DPD Natuna ke DPW PAN Provinsi Kepulauan Riau yakni, Daeng Amhar dan Wan Ricci Saputra untuk selanjutnya diteruskan ke DPP PAN.

Berjalannya waktu, kedua nama yang diusulkan melalui pleno di DPD PAN Natuna tidak ada yang menjadi Pimpinan DPRD Natuna, malah nama Andes Putra yang menjadi Ketua DPRD Natuna. Tapi ironisnya, menjelang Pilkada 2020, Andes Putra diberhentikan sebagai Ketua DPRD Natuna dan digantikan oleh Daeng Amhar.

Ketiga, Andes Putra tidak mengetahui secara pasti kesalahan yang sudah dilakukannya selama menjadi Ketua DPRD Natuna karena ia belum pernah mendapat surat peringatan dari partai.

Menurutnya, ini sudah keputusan partai dan ini hal yang harus ia junjung tinggi dan terbaik untuk partai. Kalau dikaitkan dengan Pilkada dan pengaruh Pilkada nanti, ia tidak tahu. Biarkan masyarakat yang menilai. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.