Kepsek: Pungutan Sejumlah Uang di Sekolah Muhammadiyah Tidak Masalah

by -549 views
Kepsek SD Muhammadiyah Kabil, Anis Rohmawati. Foto JIHAN
Kepsek SD Muhammadiyah Kabil, Anis Rohmawati. Foto JIHAN
Iklan Banner
Kepsek SD Muhammadiyah Kabil, Anis Rohmawati. Foto JIHAN
Kepsek SD Muhammadiyah Kabil, Anis Rohmawati. Foto JIHAN

Batam, (MK) – Adanya pungutan sejumlah uang yang dibebankan kepada orang tua siswa dinilai tidak ada masalah. Pasalnya, Sekolah Muhammadiyah Kabil Kecamatan Nongsa Batam bukan sekolah negeri.

Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Anis Rohmawati menyebutkan di sekolahnya menampung murid sebanyak 258 orang. Untuk siswa SMP sebanyak 82 orang, namun yang lulus di tahun 2017 ini, SD sebanyak 26 murid SMP sebanyak 28 murid.

“Kalau pungutan yang kami lakukan di sekolah ini, saya rasa tidak jadi masalah. Tetapi kalau di sekolah negeri saya rasa itu tidak bisa,” papar Anis saat dikonfirmasi MetroKepri.com, Rabu (7/6/2017).

Pernyataan Kepsek itu juga, terkait adanya keluhan dari orang tua siswa yang merasa terbebani dengan biaya yang dipungut oleh pihak sekolah.

“Sebenarnya, kalau di sekolah SD Muhammadiyah ini, saya rasa tidak jadi masalah dan tidak ada pengaruhnya mau kita pungut, mau kita tarik itu tidak jadi masalah. Toh juga wali murid sudah sepakat kalau kita ambil pungutan. Dari awal kita sudah ada kesepakatan, intinya itu tidak jadi masalah dan juga sekolah SD Muhammadiyah ini adalah sekolah organisasi,” ujar Anis.

Terkait pungutan itu, salah satu orang tua murid, A mengeluhkan adanya uang perpisahan yang dilakukan oleh pihak sekolah SD Muhammadiyah.

“Uang perpisahan yang harus dibayar sebesar Rp1.210.000. Saat ini anak saya lulus dari bangku SD Muhammadiyah. Uang perpisahan sebesar Rp1.210.000 itu masa dibebankan kepada kami dan mengadakan acara bepergian ke Barelang. Apa salahnya kalau acaranya dibuat di sekolah saja. Sehingga, kami harus membayar uang tersebut,” ucapnya.

Dia mengutarakan, setelah memberi uang perpisahan itu ke pihak sekolah Muhammadiyah, namun acaranya tidak jadi diadakan.

“Sedangkan, yang kita harus bayar itu yakni mulai dari uang perpisahan dan uang tenda. Hal itu berdasarkan surat rincian yang diberikan kepada kami,” ujarnya.

Berikut rincian pembayaran yang dipungut kepada oleh orang tua murid;

(1) Uang try out 4× (Sekolah 2×, kecamatan dan kota Rp140.000. (2) MID genap dan UAS genap Rp50.000. (3) Uang ujian praktek Rp50.000. (4) Uang US/ ujian sekolah Rp50.000. (6) Uang pengambilan soal dari dinas ke Polsek tiga hari Rp150.000. (7) Uang pengantaran soal dari Polsek ke dinas tiga hari Rp150.000. (8) Uang ijazah Rp60.000. (9) uang legalisir ijazah lima lembar Rp10.000. (10) Uang map ijazah Rp40.000. (11) Uang polisi penjagaan US selama tiga hari Rp300.000. 35 siswa + Rp10.000. (12) Uang pengawas US dua orang Rp75.000 × 2 × 3 hari = Rp450.000 + Rp15 000. (13) Uang pengawas dari Dinas Pendidikan Rp500.000 × 35 siswa + Rp15.000. (14) Uang pas foto 3 × 4 dan 2 × 3 sepuluh lembar Rp20.000. (15) Uang kartu nisn dari Dinas Pendidikan Rp25.000. (16) Uang konsumsi lapan belas orang tiga hari × Rp15 000 + Rp810.000 × 35 siswa + Rp25.000. (17) Uang perpisahan 250.000. (18) Uang tenda Rp 500.000. (19) Uang kursi Rp5000 × 100 = Rp 500.000. (20) Uang tenda dan panggung Rp800.000. (21) Uang konsumsi wali murid siswa tamu pengisi acara Rp200 + 200 × Rp25.000 + 5.000. (22) Uang sound sistem Rp100.000. (23) Uang dokumentasi keberhasilan dll Rp500.000. Jadi total keseluruhannya sebesar Rp1.210.000,- (satu juta dua ratus sepuluh ribu rupiah) itu wajib dibayar oleh orang tua. (JIHAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.