Ketua Komisi III DPRD Kepri Tinjau Dua Lokasi Banjir

by -8 views
Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho Saat Meninjau Drainase
Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho Saat Meninjau Drainase

Advetorial, (MetroKepri) – Kondisi luapan air yang memenuhi jalan protokol pada Sabtu (17/4/2021) pagi hingga siang, tak membuat Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho untuk ‘menarik selimut’ dan tidur.

Namun, Widiastadi malah terlihat ‘basah-basahan’ dan meninjau beberapa titik-titik banjir yang ada di dua kawasan. Yakni di Perumahan Legenda Bali dan Leganda Malaka.

Dengan mengenakan sendal jepit dan jaket berwarna merah, Politisi PDI Perjuangan bersama perangkat RT dan RW serta warga di dua perumahan tersebut meninjau kondisi drainase hingga parit yang ada di Blok A hingga E Perumahan Legenda Bali serta di Blok D Legenda Malaka.

Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho Saat Meninjau Lokasi Banjir
Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho Saat Meninjau Lokasi Banjir

“Beliau terlihat sengaja datang kesini guna melihat dari dekat kondisi luapan air dan titik-titik banjir yang selama ini menjadi keluhan warga,” papar perangkat RW Perumahan Legenda Bali, Tjip Budi saat ditemui awak media.

Dengan melihat langsung saat hujan deras, tambahnya, setidaknya Widiastadi bisa memiliki perhitungan apa-apa saja yang akan diperjuangkan di legislatif. Khususnya dalam anggaran infrastruktur yang sebelumnya dikeluhkan olah warga.

“Biasanya, dengan melihat secara langsung saat hujan deras bisa melihat secara langsung kondisinya. Sekaligus ada ‘perhitungan’ dalam pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Disela-sela sidak tersebut, Widiastadi Nugroho mengaku ada beberapa hal yang membuat luapan air hingga masuk ke perumahan warga. Dirinya melihat, adanya tumpukan sampah di saluran air dan tidak maksimalnya saluran drainase yang ada membuat luapan air dan menyebabkan banjir.

Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho Saat Berbincang Bincang Dengan Warga
Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho Saat Berbincang Bincang Dengan Warga

Selain itu, penyebab banjir juga terjadi akibat sedimentasi pasir dan tanah yang mengeras, sehingga aliran air menjadi terhalang. Serta adanya penyempitan parit akibat longsornya batu miring.

“Dari sidak tadi, dapat kita ambil kesimpulan bahwa luapan banjir disebabkan adanya penyumbatan drainase, adanya penumpukan sampah serta terjadi sedimentasi pasir dan tanah. Serta penyempitan parit akibat longsornya batu miring,” ungkapnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil dinas terkait mulai dari Dinas PU hingga Perkim untuk dicarikan solusi terbaik. Sekaligus dirinya akan memperjuangkannya juga dalam anggaran pembangunan infrastruktur.

“Hasil sidak ini, masukan dan usulan warga akan menjadi masukan kita untuk bisa bekerja di legislatif nanti. Intinya, keluhan warga ini akan kita perjuangkan di DPRD Provinsi Kepri,” ucapnya. (Red/Iman Suryanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.