Komitmen Bersama, Desa Batu Gajah Dijadikan Tempat Pelestarian Mangrove

by -70 views
Penanaman Bibit Mangrove di Desa Batu Gajah
Penanaman Bibit Mangrove di Desa Batu Gajah
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Salah satu lokasi yang dijadikan tempat pelestarian Mangrove yakni Senibung, Desa Batu Gajah. Di lokasi itu juga dilaksanakan penanaman mangrove sekaligus komitmen bersama dalam menjaga manggrove, Jumat 13 September 2019.

Bibit manggrove ini merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Sei Jang Duriangkang Tahun Anggaran 2018 kepada Kebun Bibit Raya (KBR) Kelompok Tani ‘Syukur Jadi’ dengan jumlah bibit sebanyak 20 ribu batang manggrove.

Hadir dalam kegiatan tersebut, DLHK Provinsi Kepri Kepala KPHP Unit V Tri Susilo, Pasintel Kodim 0318/Natuna Kapt Inf Narta beserta anggota, Batalyon Komposit 1/GP, PJ Kepala Desa Batu Gajah Yusraidi, PWI Kabupaten Natuna, AJOI Kabupaten Natuna, Jelajah Rantau Bertuah, BPD beserta anggota, RT, RW, Tokoh Mayarakat dan Kebun Bibit Raya (KBR) Kelompok Tani Syukur Jadi.

Pendamping KBR, Ilyas mengatakan, KBR merupakan program pemerintah untuk dikelola masyarakat secara swakelola. Sejumlah kelompok memasukkan proposal, 4 kelompok mangrove dan 2 kelompok kayu-kayuan.

“Terimakasih atas pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga berjalan dengan baik,” katanya.

Pj Kades Batu Gajah, Yusraidi mengatakan, ada lima fungsi dari mangrove yakni fisik, kimia, biologi, ekonomi dan lain-lainnya.

“Luas hutan mangrove lebih kurang 100 hektar di Desa Batu Gajah. Sudah menjadi kewajiban kami untuk memelihara dan melestarikan hutan mangrove ini,” kata Yusriadi.

Sementara itu Kepala KPHP Unit V, Tri Susilo mengatakan, KBR ada karena Kementerian Lingkungan Hidup peduli dan diperuntuk bagi masyarakat yang mempunyai inisiatif dalam rangka reboisasi Mangrove.

“Mohon dukungan dari desa, TNI dan wartawan untuk kegiatan ini. Saya harap kegiatan ini jangan hanya sekedar saja dan dikelola dengan baik. Saya harap kelompok terus meningkatkan kapasitasnya,” kata Tri Susilo.

Fungsional pengendali dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna, Hazriani S.Pi berharap kegiatan ini bukan yang terakhir tetapi akan banyak kegiatan lain yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

“Kegiatan ini difasilitasi dengan baik. Mudah-mudahan terus berlanjut dan tetap komitmen dalam melestarikan lingkungan daerah kita,” kata Hazriani.

Hal senada dikatakan oleh Dandim 0318/Natuna, diwakilkan oleh Kapten Inf Narta mengatakan, terimakasih atas partisipasi semua pihak dalam melestarikan lingkungan hidup di Kabupaten Natuna khususnya di Desa Batu Gajah. Lingkungan hutan dan lahan di luar Kabupaten Natuna saat ini banyak dibakar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Untuk itu, Kapten Inf Narta menghimbau agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan sembarangan. Kebakaran hutan saat ini dicari pelakunya untuk diproses oleh kepolisian dan dampak kebakaran sangat merugikan bagi semua orang.

“Mari kita saling menjaga lingkungan yang ada di daerah kita, karena hal itu merupakan perbuatan yang baik bagi anak cucu kita kedepan. Hutan-hutan kita hijaukan lagi. Kami siap membantu dari Kodim 0318/Natuna dan Batalyon Komposit 1/Gardapati,” imbuhnya.

Selanjutnya dilaksanakan acara penandatangan komitmen bersama untuk menjaga mangrove Di Desa Batu Gajah sekaligus penanaman secara simbolis sebanyak 20 ribu batang mangrove. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.