Lagi, Melayu Raya Tanpa Bosan Bantu Warga Kurang Mampu

by -131 views
Ketua Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang, Arie Sunandar dan pengurus saat memberikan bantuan kepada Ibunda Gibran di rumahnya
Ketua Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang, Arie Sunandar dan pengurus saat memberikan bantuan kepada Ibunda Gibran di rumahnya
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Lagi, Perhimpunan Melayu Raya (Hi-Melaya) Tanjungpinang, tanpa rasa bosan membantu warga kurang mampu yang membutuhkan.

Kali ini, Melayu Raya menyalurkan bantuan kesiapan perobatan operasi terhadap seorang Bayi lima tahun (Balita) penderita kelainan usus di Kota Tanjungpinang, Jumat (18/10/2019).

Balita tersebut bernama, Gibran (5) merupakan anak dari pasangan Saparudin (48) dan Nurbaiti (46) yang beralamat di jalan Brigjen Katamso Km 3, Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang, tepatnya di sebuah kontrakan belakang Mesjid Nur Hidayah.

Ketua Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang Arie Sunandar mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah yang dititipkan Pembina Utama Melayu Raya Drs. H Yan Fitri Halimansyah SH untuk saling membantu dengan mereka yang kesusahan.

“Bantuan ini untuk pembiayaan selama adik Gibran mengikuti operasi yang ke-tiga kalinya di Rumah Sakit Medan. Bantuan ini dari donatur yang tidak ingin namanya disebutkan, sekaligus amanah dari Pembina Utama Melayu Raya,” ujar Arie kepada awak media ini, Sabtu (19/10/2019).

Bantuan yang diberikan Melayu Raya itu berupa transportasi menuju Rumah Sakit Medan, konsumsi dan biaya perobatan untuk keluarga tersebut.

Nurbaiti (46), ibunda Gibran mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur yang memberikan kepedulian untuk membantu biaya operasi klostomil anaknya.

“Terimakasih banyak bantuan yang diberikan Melayu Raya. Khususnya, terimakasih kepada pak Yan Fitri,” sebutnya.

Nurbaiti mengutarakan rasa empati atas bantuan yang diberikan Melayu Raya yang pada akhirnya dapat menyelasaikan operasi ke tiga anaknya itu dalam waktu dekat ini di Rumah Sakit Medan.

“Ini operasi yang ke tiga, lubang pembuangannya udah dua, yang satu gak berfungsi yang satu lagi berfungsi, ini mau dioperasi dan tanam selang pembuangan, karena bantuan ini Alhamdulillah bisa terobati,” ujarnya.

Sebelumnya, dokter rumah sakit di Medan menyatakan Gibran harus dioperasi guna penyembuhan lebih lanjut. Saparudin yang hanya pekerja serabutan dan Nurbaiti seorang ibu rumah tangga tak sanggup untuk berangkat ke medan mengikuti operasi anaknya yang dianjurkan dokter.

Kedhadiran pengurus Hi- Melaya Kota Tanjungpinang dinilai memberikan arti tersendiri untuk keluarga Gibran. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.