Lamhot Sijabat Dukung Batubi Jadi Daerah Agropolitan

by -108 views
Lamhot Sijabat saat melakukan pemantauan jembatan yang putus
Lamhot Sijabat saat melakukan pemantauan jembatan yang putus
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Sejak terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, Lamhot Sijabat berkomitmen untuk memajukan dan membangun wilayah Dapil III khususnya wilayah Kecamatan Bunguran Batubi.

Hal ini dibuktikan dengan dirinya mendukung masterplan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Kabupaten Natuna, Batubi sudah dirancang menjadi daerah Agropolitan (Kota Pertanian).

Lamhot Sijabat saat menandatangani berita acara pelantikan Anggota DPRD Natuna
Lamhot Sijabat saat menandatangani berita acara pelantikan Anggota DPRD Natuna

“Pak Bupati Hamid Rizal pernah mampir ke rumah saya ketika melakukan kunjungan kerja. Beliau bilang Batubi mau dijadikan daerah Agropolitan. Tentu saya sangat setuju sekali,” katanya via telepon selular, Selasa 7 April 2020.

Lanjutnya, dari segi lahan dan Sumber Daya Manusia nya, daerah Batubi tidak diragukan lagi, karena sebahagian masyarakatnya mencari nafkah dari hasil bercocok tanam.

“Sebagai salah satu sentra pertanian di Kabupaten Natuna, para petani di Batubi juga sudah mulai menanam padi untuk membantu upaya ketahanan pangan di Natuna. Kekurangan sarana dan prasarana di bidang pertanian akan saya perjuangkan untuk dilengkapi dan disediakan,” ujarnya.

Lamhot Sijabat beserta istri saat dilantik menjadi Anggota DPRD Natuna
Lamhot Sijabat beserta istri saat dilantik menjadi Anggota DPRD Natuna

Ia menjelaskan, Kecamatan Bunguran Batubi terdiri dari lima desa yang saat ini membutuhkan pembangunan disemua lini. Ia berharap kepada pemerintah daerah agar Kecamatan Bunguran Batubi mendapat perhatian khusus dibidang Agropolitan dan secepatnya dilaksanakan.

“Beberapa daerah di Indonesia sudah banyak yang menerapkan konsep Agropolitan untuk kemajuan daerahnya. Konsep Agropolitan merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengembangkan daerah melalui optimalisasi sumber daya tumbuhan dan hewan, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan,” imbuhnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.