Langit Jakarta Tertutup Asap Kiriman Sumatera dan Kalimantan

by -163 views
Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

Tanjungpinang, (MK) – Asap dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas hingga saat ini. Sebaran asap itu juga sangat tergantung pada arah angin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, berdasarkan pantauan Satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) pukul 08.30 WIB, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal.

“Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap,” ucap Sutopo.

Dia mengutarakan, asap tebal juga masih mengepung beberapa daerah. Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Padang 200 meter berasap, Pekanbaru 1.000 meter berasap, Jambi 900 meter berasap, Palembang 200 meter berasap, Pontianak 800 meter berasap, Ketapang 200 meter berasap, Palangkaraya 100 meter berasap, dan Banjarmasin 400 meter berasap.

“Pasokan asap dari hotspot juga masih besar. Hotspot pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Minggu pagi ada 1.187 hotpsot. Kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 570 berbahaya, Jambi 518 berbahaya, Palembang 325 sangat tidak sehat, Pontianak 169 tidak sehat, Banjarbaru 73 sedang, Samarinda 147 sedang, dan Palangkaraya 1.511 berbahaya,” ujarnya.

Dia mengatakan, hampir dua bulan lamanya warga di Riau, Jambi dan Palangkaraya terkepung asap level berbahaya. Sesungguhnya asap tipis menutup langit Jakarta sudah berlangsung sejak Jumat (23/10) dan hingga sekarang.

“Partikel halus dari asap tipis ini melayang di atmosfer pada ketinggian sekitar 1.000 – 3.000 meter. Pada pagi hari kelihatan lebih tebal karena bercampur dengan kabut atau uap air,” katanya.

Dia menghimbau, masyarakat tidak ada yang perlu khawatir dengan adanya sebaran asap tipis dari kebakaran hutan dan lahan tersebut. Sifatnya temporer, yang mudah berubah setiap saat tergantung pada arah dan kecepatan angin.

“Kualitas udara di Jakarta saat ini masih normal hingga sedang. Justru asap kendaraan bermotor yang lebih berbahaya bagi kesehatan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Dhira Utama menyampaikan, prakiraan cuaca pada Minggu 25 Oktober 2015 dan berdasarkan dari pantauan Citra Satelit terdapat pumpunan awan di wilayah Bintan bagian selatan.

“Kondisi cuaca Bintan pada hari ini diprakirakan terjadi hujan ringan – sedang yang bersifat lokal pada siang hari,” katanya Dhira.

Sementara, kata dia, untuk ketinggian gelombang di perairan Kepri secara umum seperti ketinggian gelombang untuk perairan Tanjungpinang – Batam dari 0.8 – 1.5 meter, perairan Bintan – Lingga dari 1.0 – 2.0 meter, perairan Anambas – Natuna 1.0 – 2.0 meter.

“Sedangkan, untuk hotspot berdasarkan pantauan Satelit Terra Aqua pada pagi hari ini terpantau titik api di Sumatera sekitar 427 titik api serta di Kalimantan terpantau 56 titik api,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, untuk jarang pandang di Kota Tanjungpinang pada pagi hari dengan jarak minimum mencapai 2 Km pada pukul 06.00 WIB. “Diprediksi berpotensi naik pada siang hari hingga 3 – 4 Km,” katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat serta pengguna transportasi darat, laut dan udara agar waspada terhadap pengaruh asap yang mengurangi jarak pandang serta potensi hujan lokal di Bintan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.