Lis: “SE Bukan Pemecah Masalah, yang Penting Kordinasi dan Bersinergi”

by -344 views
Anggota DPRD Provinsi Kepri Lis Darmansyah SH
Anggota DPRD Provinsi Kepri Lis Darmansyah SH
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Politisi sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kepri Lis Darmansyah menyebutkan, Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Plt Gubernur Kepri Isdianto untuk meliburkan anak didik di sekolah yang ada di Kepri bukan pemecah masalah terkait adanya virus Covid-19 atau Corona.

“Pengeluaran SE hanya menjadi momok pelajar atau anak didik yang ada di Kepri ini,” katanya kepada awak media ini, Selasa (17/03/2020) di Tanjungpinang.

“Yang paling penting itu, kordinasi dan bersinergi bersama untuk mencari solusi terkait virus corona ini,” tambahnya.

Lis juga mengapresiasi upaya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Kepri terhadap pencegahan virus corona melalui SE di lingkungan sekolah. Sehingga peserta didik di rumahkan untuk belajar di rumah masing-masing.

Tapi, lanjut mantan Walikota Tanjungpinang ini, isi surat edaran tersebut perlu dilakukan kajian terlebih dahulu. Sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kewaspadaan yang berlebihan ditengah masyarakat Provinsi Kepri khususnya di Ibu Kota Provinsi Kepri Kota Tanjungpinang.

“Sebab, pola pikir masyarakat Provinsi Kepri tidak selalu sama. Setiap orang berbeda-beda menanggapi terkait virus corona,” ungkapnya.

Menurut Lis, Isdianto terlebih dahulu mengumpulkan semua kepala daerah yang ada di Provinsi Kepri, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

“Supaya konsep surat edaran tersebut sesuai dengan kondisi di wilayah Provinsi Kepri saat ini,” sebutnya.

Dia menegaskan, surat edaran yang sudah diterbitkan Pemprov Kepri melalui Disdik tidak tepat. Alasannya, para orangtua serta peserta didik merasa ‘Takut’. Karena, mereka menganggap, virus Corona sudah ada di wilayah Kepri.

“Padahal, tidak ada dan belum ada yang dinyatakan Positif Covid-19,” katanya.

Lis menyarankan, yang perlu dilakukan Plt Gubernur Provinsi Kepri, untuk menempatkan petugas di daerah di dua tempat, yakni pelabuhan dan bandara. Baik itu menempatkan petugas di pelabuhan bongkar muat, pelabuhan internasional dan domestik sampai ke pelabuhan kecil, maaf (Pelabuhan Tikus).

“Seperti yang terjadi semalam, ada pasien dari Anambas yang suspec Corona. Padahal pasien tersebut baru pulang dari Singapore, nama Anambas yang jadi tersiar,” ucapnya menyayangkan.

“Kita seharusnya bersyukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan daerah Provinsi Kepri ini sebagai daerah geografis. Mari kita berdo’a bersama-sama agar masyarakat Kepri terhindar dari wabah penyakit ini ,” pungkasnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.