LSM AMPUH Nilai DLH Kota Batam Kurang Efektif

by -378 views
Lokasi Pembangunan Mall di Dekat Perumahan Hapy Garden Batam. Foto JIHAN
Lokasi Pembangunan Mall di Dekat Perumahan Hapy Garden Batam. Foto JIHAN
Iklan Banner
Lokasi Pembangunan Mall di Dekat Perumahan Hapy Garden Batam. Foto JIHAN
Lokasi Pembangunan Mall di Dekat Perumahan Hapy Garden Batam. Foto JIHAN

Batam, (MK) – Pembangunan Mall Penuin Top Seratus diduga belum memiliki izin lingkungan. Meski demikian, pembangunan yang tidak jauh dari Perumahan Hapy Garden Batam ini tetap berjalan.

Sementara, ketika MetroKepri.com bersama LSM AMPUH mendatangi lokasi pembangunan tersebut dan hendak mengkonfirmasi, pemilik proyek tidak bisa ditemui, Rabu (5/7/2017).

Akan hal itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (LSM AMPUH) menilai pemerintah di Kota Batam kurang efektif.

“Pembangunan mall dan bangunan hotel itu, perizinannya harus lengkap semua. Terutama izin lingkungan seperti AMDAL, maupun ijin UKL UPL dan Ipalnya,” papar Ketua DPC LSM AMPUH Budi Sitompul.

Menurut dia, hal itu harus satu paket. Kalau memang mereka sudah ada izin baru bangunan itu mulai. Sementara kalau dilihat pembangunan proyek di Kota Batam ini seperti pembangunan mall dan hotel, dibangun dulu baru izinnya.

“Seharusnya kalau berdasarkan prosedur, mestinya izin dulu dilengkapi baru pembangunannya berjalan. Kalau kita lihat, pemerintah di Kota Batam ini seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kurang efektif atau kurang profesional menyikapi hal – hal tersebut,” ujar Budi.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batam Dendi N Purnomo saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak menjawab. Begitu juga dengan Kabid Amdal Dinas Lingkungan Hidup IP. Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, dirinya tidak bersedia berkomentar terkait proyek tersebut dan seakan – akan lempar batu sembunyi tangan.

Terpisah, mantan Ketua RT 3 Perumahan Happy Garden tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kita tak ganggu dia dan terkait masalah rumah warga yang mengalami retak – retak akibat pemasangan pailing tiang bangunan, saya rasa itu tidak jadi masalah,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, terkait masalah ganti rugi diatas materai sudah ada dan itu sudah diketahui oleh lurah.

“Saya disini sudah tidak jadi RT lagi, namun saya mantan RT saja,” katanya.

Dia mengemukakan, mengenai proyek itu juga, ketika baru mulai pasang pailing pada Januari lalu sudah mengundurkan diri sebagai ketua RT di perumahan ini.

“Namun tekait masalah proyek sebelum mulai dibangun, pemilik proyek ini mengajukan permohonan dengan saya. Proyek ini juga sudah berjalan sekitar lima bulan,” ucapnya.

Sementara informasi yang dihimpun MetroKepri.com, proyek tersebut masih dikeluhkan oleh warga Perumahan Hapy Garden. (JIHAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.