Main Judi, Tiga Janda Dituntut Satu Bulan Penjara

by -359 views
Empat wanita terdakwa kasus perjudian Song usai dituntut JPU di Pengadilan Tanjungpinang. Foto ALPIAN TANJUNG
Empat wanita terdakwa kasus perjudian Song usai dituntut JPU di Pengadilan Tanjungpinang. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Empat wanita yang merupakan terdakwa dalam kasus perjudian kartu jenis “Song” di Gang Delima, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang selama satu bulan pidana penjara di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (19/1). Dari empat terdakwa tersebut, tiga orang diketahui berstatus janda (Single parent).

Tuntutan yang dibacakan JPU Rudi Bona Sagala SH dalam sidang yang dipimpin Hakim Dame Parulian Pandiangan SH itu menyebutkan, terdakwa I hingga terdakwa IV secara sah terbukti bersalah melawan hukum tindak pidana tentang perjudian.

“Terdakwa Yeyen Alias Bela (36), terdakwa Dewi Syahriani alias Dewi (37), terdakwa Wiwit (33), dan terdakwa Helwila alias Wila (25) terbukti melanggar Pasal 303 ayat 1 KUHP,” ucap JPU Rudi dalam sidang.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 ayat 1 KUHP, bahwa dengan sengaja melakukan sebagai suatu usaha, menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta didalam suatu usaha perjudian.

“Atas perbuatan terdakwa, kami meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa Yeyen, terdakwa Dewi, terdakwa Wiwit dengan hukuman pidana penjara selama 1 bulan dan terdakwa Helwila agar dihukum pidana penjara selama 1 bulan 2 minggu,” papar JPU Rudi.

Atas tuntutan JPU tersebut, majelis hakim memberi kesempatan kepada keempat terdakwa untuk menyampaikan pembelaannya. Dalam pembelaannya, keempat terdakwa memohon kepada majelis hakim agar hukuman mereka diringankan.

“Saya salah yang mulia. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga mempunyai anak yang masih menyusui dan masih berusia lima bulan,” ucap Yeyen.

Sementara, terdakwa ‎Wiwit memohon kepada majelis hakim untuk membantunya, karena dirinya janda dan tulang punggung keluarganya.

“Anak saya berusia 8 tahun dan saat ini masih rawat jalan karena mengidap penyakit tumor ovarium,” imbuh terdakwa Wiwit.

Sedangkan, terdakwa Dewi mengaku bersalah dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan dirinya juga janda yang harus manafkahi anaknya di kampung.

Permohonan senada juga disampaikan terdakwa Helwila dan berjanji tidak akan mengulanginya. Saat ini, dia sebagai tulang punggung keluarganya.

Atas pembelaan keempat terdakwa tersebut, JPU Rudi tetap pada tuntutannya.

Usai mendengar tuntutan JPU dan pembelaan terdakwa, majelis hakim menunda sidang dan akan kembali digelar pada Selasa (26/1) pekan depan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.