Mantan Napi Ketangkap Lagi, Jual Sabu dan Ekstasi Akhirnya Dibui

by -344 views
Inilah AS mantan napi yang kembali diringkus polisi
Inilah AS mantan napi yang kembali diringkus polisi
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Mantan Napi kasus Narkoba kembali diringkus Sat Res Narkoba Polres Tanjungpinang dengan inisial AS warga Kijang Kencana Kota Tanjungpinang, Selasa (18/08/2020) sekitar pukul 23.00 Wib malam.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP M.Iqbal melalui Kasat Res Narkoba AKP Ronny Burungudju kepada sejumlah media, Sabtu (22/08/2020).

“Informasi dari masyarakat bahwa ada 1 (satu) orang laki-laki lengkap dengan ciri-ciri fisiknya yang diduga memiliki dan menyimpan narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu dan Pil Ekstasi,” ujarnya.

Setelah mengantongi informasi tersebut, Sat Res Narkoba Polres Tanjungpinang langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang laki-laki inisial AS di jalan Pemuda tepatnya di depan Swalayan Zoom Kota Tanjungpinang.

“Saat digeledah ditemukan paket diduga sabu dan 9 butir diduga pil ekstasi yang dibungkus dengan plastik bening. Kepada petugas tersangka mengakui bahwa Narkotika tersebut adalah miliknya,” terang Kasat Res Narkoba.

Lanjut Ronny, AS merupakan mantan Napi Kasus Narkoba yang masuk penjara pada Tahun 2016 dengan putusan 5 tahun. Bebas murni pada Tahun 2020 sekira 4 bulan yang lalu.

Batang bukti yang ikut disita yakni 1 (satu) unit HP merk Oppo, dan (satu) unit HP merek Nokia.

“Hasil tes urine positif mengandung narkoba dan AS juga mengakui bahwa telah beberapa kali menjual narkoba ke orang lain,” ungkap Ronny.

Selanjutnya, kata Ronny, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Kantor Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Karena perbuatannya AS dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Memiliki, menguasai, menyimpan dan menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu dan Pil Ekstasi,” sebutnya.

“AS terancaman pidana paling singkat 5 tahun bui,” pungkas Ronny. (*)

Penulis: Novendra/Humpol

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.