Mengenal Keanekaragaman Hayati Bulu Babi (Echinoidea)

by -11 views
Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Anggelo Yudika Manurung
Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Anggelo Yudika Manurung

Oleh: Anggelo Yudika Manurung

Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Opini, (MetroKepri) – Indonesia merupakan suatu kawasan dengan memiliki kekayaan akan flora dan fauna yang beragam, terutama fauna. Salah satunya yaitu Bulu Babi atau biasa disebut Landak Laut yang berasal dari filum Echinodermata kelas Echinoidea.

Dimana biota ini biasanya menempati daerah dengan perairan dangkal, seperti kawasan ekosistem terumbu karang dan ekosistem Lamun yang digunakan untuk mencari makan.

Bulu Babi juga merupakan salah satu komponen utama dari keanekaragaman hayati laut, dimana biota ini memiliki peran penting dalam ekosistem perairan.

Setidaknya pada perairan Indonesia sendiri terdapat sekitar 84 jenis bulu babi yang berasal dari 21 filum dan 48 genus. Bulu babi dapat kita jumpai di sekitaran perairan yang memiliki kualitas air yang dapat dikatakan cukup bersih ataupun jernih, hal ini terjadi dikarenakan kebanyakan spesies bulu babi akan menetralisir kandungan nutrien yang menyebabkan terjadinya air keruh disuatu perairan sehingga apabila terdapat bulu babi disuatu perairan tersebut maka sudah dapat dipastikan itu jernih dan dalam kondisi yang tenang dan tentunya terjaga.

Bukan hanya itu, Bulu Babi juga berperan sebagai pengendali dari berbagai macam Makroalgae yang mana apabila mikroalgae mengalami penambahan yang drastis akibat penurunan populasi bulu babi dapat mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang.

Hal ini menjadikan Bulu babi memiliki peran yang sangat penting atau dapat dikatakan sebagai spesies kunci terhadap kelangsungan terumbu karang, dimana apabila bulu babi disuatu perairan mengalami penurunan, maka dapat dipastikan juga terumbu karang pada daerah perairan tersebut ikut mengalami penurunan.

Jadi, demi menjaga keseimbangan pada suatu ekosistem perairan populasi bulu babi harus terjaga agar tidak terjadi kerusakan yang signifikan pada ekosistem perairan yang dapat menggangu kelangsungan hidup biota lainnya.

Bulu babi juga memiliki keunikan tersendiri yang tentunya sangat menguntungkan bagi masyarakat, dimana gonad pada bulu babi ini mengandung gizi yang sangat baik seperti protein, glikogen, lipid, serta mengandung kalsium dan masih banyak lagi gizi yang terkandung pada gonad bulu babi.

Tidak hanya kaya akan gizi yang bermanfaat, bulu babi juga sangat berpotensi digunakan sebagai obat-obatan dikaranakan, kandungan senyawa aktif pada bulu babi ini mengandung aktivitas antibakteri terhadap staphilococcus aureus dan Eschericha, coli.

Namun meskipun begitu, kita juga harus tetap berhati-hati dalam mengkonsumsi atau pun mengambil biota ini dikarenakan pada tubuh bulu babi memiliki duri-duri yang tajam dan pada spesies tertentu juga memiliki racun pada durinya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.