Menteri Susi Resmikan SKPT Selat Lampa

by -51 views
Susi Pudjiastuti Saat Menandatangani Prasasti Peresmian SKPT Selat Lampa
Susi Pudjiastuti Saat Menandatangani Prasasti Peresmian SKPT Selat Lampa
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meresmikan pengoperasian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Senin 07 Oktober 2019.

Didampingi, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, Susi Pudjiastuti tiba di Selat Lampa dan disambut oleh anak sekolah dasar beserta masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dubes Norwegia, Wakil Dubes Newzeland, Ketua DPR Natuna, Sekda Natuna, Forkopimda, OPD, KKP, Imigrasi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti Didampingi Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal Saat Tiba di SKPT Selat Lampa
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti Didampingi Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal Saat Tiba di SKPT Selat Lampa

Pada kesempatan tersebut, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan SKPT Selat Lampa Natuna yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, memang diperuntukkan bagi masyarakat Natuna. Setelah diresmikan nanti, dapat menambah pendapatan dan mensejahterakan masyarakat pada umumnya dan khususnya nelayan Natuna.

“Selamat datang kepada Bu Menteri beserta rombongan. Dengan berdirinya SKPT ini bukan hanya nelayan yang merasakan adanya dampak perekonomian, namun indeks pertumbuhan ekonomi Natuna juga ikut melesat naik. Kami dari Pemkab merasakan pertumbuhan perekonomian di Natuna jauh meningkat, yang awal Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi baru 3,5 persen per tahun, dengan adanya SKPT kini menjadi 5,8 persen per tahun. Kami harap meningkat lagi setelah diresmikan,” papar Bupati.

Menurut Bupati, perhatian yang diberikan oleh Menteri Susi Pudjiastuti kepada Natuna, khususnya nelayan Natuna cukup besar. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai bantuan yang sudah diberikan selama ini.

“Terimakasih atas perhatiannya kepada Natuna, kami doakan ibu selalu sehat dan sukses dalam menggapai apa yang dicita-citakan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti menjelaskan pembangunan SKPT di Selat Lampa ini memakan biaya sebesar Rp221,7 Miliar dari tahun 2015 sampai selesai tahun 2019, dan pembangunan mendekati 100% terlaksana.

Pemerintah Pusat akan mengedepankan pembangunan di pulau terdepan terutama, pada pembangunan perikanan dan kelautan. Dengan pembangunan pulau terdepan ini akan menjadi titik tolak pemerintah pusat, sesuai dengan Visi dan Misi Presiden RI. Untuk itu pembangunan SKPT ini harus dijaga untuk dijadikan sentral perikanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Natuna.

“Kedepannya, peran pemerintah daerah harus lebih gencar dengan perikanan, karena akan menjadikan PAD untuk Natuna kedepan, seperti retribusi ke pengusaha ikan,” katanya.

Foto Bersama Usai Peresmian SKPT Selat Lampa
Foto Bersama Usai Peresmian SKPT Selat Lampa

Susi mengatakan, hilangnya pencuri ikan akan berdampak positif untuk nelayan Natuna dan mendukung kebijakan Pemda Natuna yang menetapkan perikanan dan pariwisata sebagai sektor unggulan.

“Kita harus komit dan disiplin dalam komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan kelautan. Susi berpesan kepada nelayan dan pengusaha ikan di Natuna, agar tidak menjual ikan atau melakukan perdagangan ikan ditengah laut. Selain itu nelayan jangan menggunakan bom untuk melakukan penangkapan ikan, sehingga berakibat patal dan terjadi kerusakan karang,” jelas Susi.

Tidak lupa, Susi Pudjiastuti menyampaikan ucapan terimakasih kepada Negara Jepang, karena akan menghibahkan 6 Miliar Yen untuk pembangunan pelabuhan di 6 titik daerah terdepan di Indonesia salah satunya di Natuna.

Selain peresmian SKPT Selat Lampa, Natuna juga diberikan sejumlah bantuan yakni Fasilitas SKPT Natuna, bantuan pendidikan, peningkatan mutu ikan, bantuan untuk masyarakat pesisir, permodalan, CSR dan Asuransi, pengembangan dan diversifikasi usaha keluarga nelayan, penyerahan surat ijin penangkapan ikan (SIPI), sertifikat HACCP, penanaman bibit produktif. Pada saat itu juga, dilakukan pengiriman ekspor perdana gurita ke Jepang sebanyak 15 ton dan penenggelaman kapal ikan asing. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.