Minyak Tercampur Air, Direktur SPBU Batu Ampar Sebut Kelalaian Pendor

by -75 views
Direktur Utama SPBU Batu Ampar, Gabril Sianturi Saat Diwawancarai di Ruang Kerjanya
Direktur Utama SPBU Batu Ampar, Gabril Sianturi Saat Diwawancarai di Ruang Kerjanya
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Puluhan kendaraan roda dua dan empat mogok setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Persero Batu Ampar. Hal itu diketahui setelah para pengendara mengisi BBM di SPBU tersebut.

Akan hal itu, para pengendara berbalik arah dan komplain terhadap pihak SPBU karena motor yang mereka kendarai mogok dan tidak bisa hidup. Untuk memastikan penyebabnya, mereka mengambil selang, lalu menyedot minyak dari tanki motornya.

Terkait hal itu, Direktur Utama SPBU Batu Ampar, Gabril Sianturi mengakui kejadian tersebut kemarin malam sekitar pukul 07.00 WIB.

“Pertama terjadi pengisian minyak BBM keluar dari tanki kami keluarnya mengandung air. Hal itu terjadi dikarenakan adanya kelalaian dari pendor atau pun teknisi kami yang baru memasang sistem ATG atau sistem kontrol stok di tanki kami. Jadi disitu ada pengeboran. Jadi yang mana ada pipa dan lubang dari tempat kabel-kabel itu tidak disil atau tidak diwater prop,” papar Gabril Sianturi saat di wawancarai media diruang kerjanya, Rabu (23/10/2019).

Kendaraan Yang Mogok Setalah Isi BBM
Kendaraan Yang Mogok Setalah Isi BBM

Masih kata dia, hal itu adalah kelalaian pendor mereka. Jadi ini jatuh dari pada pendor yang lalai terhadap pekerjaannya. Finising dan juga pesan dari pihaknya, mereka tidak melakukan pengecekan dengan debet hujan yang sangat deras sehingga mereka tidak tahu bahwa minyak tersebut tercampur dengan air.

Sedangkan, kata dia, terkait penyebab mobil yang mogok itu dikarenakan minyak itu sudah tercampur air ada sekitar 30 persen masuk kedalam tanki minyak. Jadi ketika debet air yang semakin tinggi, jadi setiap mobil ini variasi prentasinya.

“Semakin kebelakang dia akan semakin tinggi juga prenstasinya airnya. Tetapi kejadian itu yang mengalami adalah konsumen. Pertama mereka komplain datang ke SPBU kami, tak lama kami langsung tutup penjualan pada saat itu juga di SPBU ini,” ujarnya.

Dia mengutarakan, setelah itu pihaknya memeriksa tanki minyak meraka agar tidak memakan korban lainnya dan kalau biarkan takutnya memakan lebih banyak lagi kendaraan lainnya.

“Konsumen yang mengalami kerusakan kendaraan ada sekitar 18 unit kendaraan dan dari 18 kendaraan tersebut ada yang sudah kita suruh perbaiki sebanyak 14 unit motor dan kurang lebih sudah kami selesaikan perbaikannya. Kita juga melakukan ganti rugi seperti perbaikan motor dan konfensasi dari kami uang sebesar Rp500.000 untuk transport mereka supaya bisa pulang kerumahnya,” ucapnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya akan melakukan penyetopan atau menutup sementara penjualan minyak di SPBU dan mereka juga akan menunggu pihak pendor yang bisa mengistal ulang sistem tersebut.

“Untuk mengatasi hal ini, sementara ini yang kami lakulan adalah menyetop atau menutup lubang yang ada. Selebihnya kami lagi menunggu dari pihak pendor yang akan menginstal sistem ATG dan juga merekalah yang tahu semuanya dan juga mereka tanggungjawab dengan kejadian ini,” katanya. (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Editor   : Alpian Tanjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.