Musim Kemarau, Hendy Usulkan Pembangunan Embung Penampungan Air di Penyengat

by -23 views
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Hendy Amerta SH
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Hendy Amerta SH
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat masyarakat khususnya Pulau Penyengat kesulitan mendapatkan air bersih.

Akan hal itu, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Hendy Amerta SH mengusulkan agar embung tempat wadah penampungan air harus dibangun di Pulau Penyengat.

“Melihat kondisi kemarau saat ini, khususnya masyarakat di Pulau Penyengat sulit mendapatkan air bersih. Maka harus segera dibangun embung penampuan air yang nanti berfungsi ketika masyarakat sulit mendapatkan air bersih dimusim kemarau,” papar Hendy, Rabu (18/9/2019).

Legislator PKS Dapil Tanjungpinang Barat – Tanjungpinang Kota ini juga sudah bekonsultasi kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, yaitu PUPR dan Bapelitbang.

“Hasil konsultasi ke PUPR dan Bapelitbang Kota Tanjungpinang, untuk cara instan membangun sumur bor tidak memungkinkan. Untuk digunakan jangka panjang yaitu harus dibangun embung wadah penampungan air atau memanfaatkan penyaluran Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang merupakan unit sistem desalinasi untuk merubah air laut menjadi air tawar yang ada saat ini,” ujar Hendy.

Masih kata dia, untuk tahap pertama akan membuat perencanaan dan mendata lahan yang bisa dijadikan tempat pembangunan embung tersebut. Selain itu, lokasi embung juga bisa dijadikan tempat taman wisata di Pulau Penyengat.

“Tentunya ini perlu koordinasi dan juga dukungan dari pihak pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, saat ini masyarakat Pulau Penyengat kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau. Masyarakat terpaksa antri di sumur – sumur yang ada yang menjadi andalan masyarakat Penyengat.

“Alhamdulillah, memang saat ini masyarakat dapat bantuan air bersih dari Pemprov dan BPBD melalui sampan balang. Tapi, itupun terasa masih kurang,” ucapnya.

Dikutib dari Antara, Plt Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto menyatakan solusi yang bisa pemerintah lakukan untuk sementara ini adalah mengantar air dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat dengan menggunakan transportasi laut.

“Tapi masyarakat harus menjemputnya di pelantar. Jika lihat kondisi sumur memang sudah kering,” kata Isdianto.

Secara teknis, lanjut Isdianto, dia akan segera memerintahkan stafnya atau pihak yang berkaitan untuk mengatur pendistribusian air tersebut.

“Teknisnya segera kita atur, yang penting masyarakat Penyengat dapat air bersih. Setelah itu baru kita pikirkan untuk jangka menengah dan jangka panjangnya,” ucapnya. (Red/ ZAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.