Nama Ansar Ahmad Tak Muncul Sebagai Tokoh Pembentukan Provinsi Kepri

by -547 views
Ketua GM Bawas Pembangunan Provinsi Kepri Basarudin Idris copy
Ketua GM Bawas Pembangunan Provinsi Kepri Basarudin Idris copy
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Pemerintah Provinsi Kepri bakal memberikan penghargaan kepada 53 tokoh yang berjasa atas pembentukan Provinsi Kepri. Penyerahan penghargaannya akan dilaksanakan di Gedung Daerah Tanjungpinang, pada Kamis (24/9/2020).

Penyerahan penghargaan tersebut akan disejalankan dengan kegiatan upacara peringatan Hari Jadi ke-18 Provinsi Kepri.

Dalam undangan yang ditandatangani oleh Sekdaprov Kepri Arid Fadillah itu disebutkan ada 53 nama tokoh yang akan mendapatkan penghargaan dan diminta untuk datang mengenakan baju kurung dan memakai tanjak untuk pria.

Melihat deretan nama yang akan mendapat penghargaan tersebut, ternyata nama Ansar Ahmad tak muncul. Hal ini membuat Ketua GM Bawas Pembangunan Provinsi Kepri Basarudin Idris meradang.

Menurut Basarudin Idris, Ansar Ahmad cukup berjasa dalam pembentukan Provinsi Kepri dan hal yang aneh jika Anggota DPR RI Dapil Kepri itu tidak mendapat penghargaan.

“Ansar Ahmad saat itu menjabat sebagai Kabag Ekonomi Kabupaten Bintan,” papar Basarudin Idris kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/9/2020).

Menurut pria yang biasa disapa Tok Oom ini, diantara 53 nama yang dapat penghargaan itu bahkan ada yang mereka tidak kenal. Namun Tok Oom tidak mau menyebut siapa tokoh tersebut.

“Ini mau Pilkada. Pandangan politik boleh berbeda, tapi tolong ingat dan lihat yang sudah bertungkus lumus dalam pembentukan Provinsi Kepri ini. Sosok Ansar Ahmad selalu beriring dengan Almarhum Bang Mursal. Termasuk peranan Bang H. Fauzi Helmi sebagai Kadishub Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Bahkan Tok Oom mereview tragedi Samsat saat perjuangan pembentukan Provinsi Kepri. Dia mengaku sempat masuk penjara dan malamnya para orang tua yang sebagian sudah meninggal seperti H. Fauzi Saleh, Muktarsilin dan Rusli Silin datang membawa kasur serta perlengkapan lainnya. Bahkan sebagian orang tua itu menemani tidur dalam sel.

“Nah kenapa saat ini tidak ada lagi hal empati seperti ini kepada kami,” ucapnya.

Sementara itu Huzrin Hood saat diwawancara via telepon menyebutkan nama 53 orang tersebut memang usulan dari BP3KR. Hanya saja Tok Oom menyatakan nama-nama itu beda dengan apa yang disampaikan kepada GM BP3KR.

“Intinya kawan-kawan di GM BP3KR tidak pernah diminta pendapat tentang 53 nama tersebut. Dari 53 nama ini masih ada yang belum layak. Bahkan, maaf cakap mereka timses semua. Intinya kami GM BP3KR dan BP3KR Kabupaten Kota yang tahu siapa yang berjasa,” kata Tok Oom. (fkn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.