Nyaleg, Apriyandy Ingin Perjuangkan Kesehatan dan Pendidikan di Tanjungpinang

by -178 views
M.Apriyandy saat berbincang-bincang dengan Emak-emak warga Kecamatan Tanjungpinang Timur
M.Apriyandy saat berbincang-bincang dengan Emak-emak warga Kecamatan Tanjungpinang Timur
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Calon Legeslatif DPRD Kota Tanjungpinang dari Partai Gerindra Muhammad Apriyandy nomor urut 2 daerah pilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur ingin perjuangkan bidang kesehatan dan pendidikan jika dipercaya oleh masyarakat Kota Tanjungpinang nanti.

Andy sapaan akrabnya Ananda dari Wali Kota Tanjungpinang ini merupakan Caleg dari generasi Milineal yang ingin ikut dalam membangun kota kelahirannya Tanjungpinang, lewat kancah politik di Pemilu 2019 ini.

Pemuda yang telah menamatkan pendidikannya dan bertitel Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP) ini mengaku ikut Nyaleg bukan untuk mengejar popularitas apalagi sekadar mencari sensasi.

“Terjun ke panggung politik di Pemilu 2019 karena ingin berbuat lebih banyak kepada masyarakat ramai. Saat ini, masih banyak persoalan masyarakat yang butuh perhatian,” katanya, Rabu (3/4/2019) kepada awak media ini.

Lanjut Andy, Jika nanti terpilih menjadi anggota DPRD Tanjungpinang, selain memperjuangkan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat juga ingin berbuat lebih terutama dalam pembangunan penunjang anak-anak Kota Tanjungpinang, agar tumbuh sehat dan cerdas.

Tambah Dia, disetiap silaturahmi dan sosialisasi dengan warga dirinya gencar mengkampanyekan begitu pentingnya kesehatan dan pendidikan dalam pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas.

“Kesehatan dan pendidikan itu sangat penting dan harus menjadi prioritas, karena ini untuk anak-anak kita agar tumbuh sehat dan menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas di masa depan,” ungkapnya.

Untuk bidang kesehatan, Andy mengaku masih butuh perhatian karena alokasi anggarannya masih kecil dibanding pendidikan. Dia ingin anggaran kesehatan harus seimbang dengan pendidikan.

“Percuma anggaran pendidikan besar jika anggaran kesehatan tidak berimbang. Bagaimana mungkin anak-anak kita bisa berprestasi di sekolah, jika mereka tidak tumbuh sehat,” ucapnya.

Kedeoannya, Andy berharap agar alokasi anggaran kesehatan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan gizi pada anak-anak terutama di masa pertembuhan yaitu sejak lahir hingga berusia 5 tahun, bahkan sejak dalam kandungan.

“Pemberian gizi yang cukup sangat penting bagi anak-anak sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan,” tuturnya.

Lanjut Andy lagi, untuk bidang pendidikan anggarannya sudah lumayan besar, hanya saja penggunaannya harus tepat sasaran.

Menurut Dia, anggaran pendidikan yang selama ini jor-joran belum menyentuh tujuan yang diharapakan, yaitu adanya jaminan bagi anak-anak bangsa untuk bersekolah secara gratis.

“Anggaran pendidikan sangat tinggi, tapi masih banyak anak-anak kita tidak bersekolah karena kondisi ekonomi keluarga, sehingga anaknya terpaksa tidak bersekolah karena tidak punya biaya untuk beli seragam sekolah dan perlengkapan lainnya. Hal ini sangat memprihatinkan dan harus kita perjuangkan bersama,” katanya.

Sebelumnya, Andy mengapresiasi Pemerintahan Kota Tanjungpinang di bawah kepemimpinan Wali Kota Tanjungpinang Syahrul dan Wakil Walikota Rahma yang menggratiskan biaya-biaya tersebut dan sudah berjalan di tahun anggaran 2019 ini.

“Ini luar biasa dan patut kita apresiasi, karena di tahun ajaran baru nanti Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menganggarkan untuk bantuan seragam sekolah gratis bagi anak-anak kita yang baru masuk sekolah SD dan melanjutkan ke SMP. Dari baju seragam, sepatu, tas sekolah, kaos kaki, topi hingga dasi diberikan secara gratis,” imbuhnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.