Pandemi Pengaruhi Inflasi di Tanjungpinang Pada Agustus 2020

by -8 views
Kepala Seksi IPDS BPS Kota Tanjungpinang, Siti Kartini Susilowati
Kepala Seksi IPDS BPS Kota Tanjungpinang, Siti Kartini Susilowati
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungpinang merilis data Inflasi/ Indeks Harga Konsumen (IHK) atau umum bulan Agustus 2020, Kamis (3/9/2020).

Kepala Seksi IPDS BPS Kota Tanjungpinang, Siti Kartini Susilowati menjelaskan situasi pandemi Covid-19 saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat, walaupun sudah diterapkan kebijakan new normal, terutama pada sektor ekonomi.

Siti merincikan, Inflasi Agustus 2020 di Kota Tanjungpinang mencapai 0,12% dengan IHK sebesar 103,18. Inflasi terjadi karena kenaikan indeks harga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,06%, pendidikan 1,61%, transportasi 0,93%.

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,37%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,18%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,01%.

“Kenaikan indeks pada kelompok-kelompok tersebut wajar karena sesuai dengan situasi dan kebutuhan masyarakat saat ini,” terang Siti.

Yang menarik, lanjut Siti adalah kenaikan kelompok transportasi yang dipicu naiknya jasa angkutan penumpang sebesar 3,53%, terutama akibat naiknya tarif angkutan udara.

Menurutnya, kemungkinan kenaikan ini akibat penerapan new normal dimana masyarakat sudah diperbolehkan untuk bepergian dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sementara pada sektor pendidikan hampir di seluruh tingkat pendidikan mengalami peningkatan, baik biaya taman kanak-kanak, sekolah dasar, maupun sekolah menengah.

“Masa tahun ajaran baru, tentu membuat kebutuhan pendidikan meningkat dan kenaikan biaya pendidikan tidak dapat dihindarkan,” ujarnya.

Disisi lain, kata Siti, fenomena turunnya harga beberapa komoditi sayuran dan buah-buahan yang selama ini sering memicu inflasi seperti bayam ternyata pada bulan Agustus mengalami penurunan harga.

Demikian juga dengan daging ayam ras yang relatif banyak dikonsumsi masyarakat juga mengalami penuruan harga. Masa pendemi ini, tentu masyarakat berpikir ulang untuk membelanjakan uangnya pada konsumsi selain kebutuhan primer atau hanya membeli barang sesuai dengan kebutuhan saja, artinya daya beli masyarakat turun.

“Sementara pedagang atau penyedia jasa juga tidak mungkin menaikkan harga atau biaya jasa mengingat demand yang turun akan lebih mengurangi pendapatan jika harga barang dinaikkan,” pungkasnya.

Selain merilis data inflasi, BPS Kota Tanjungpinang juga merilis data kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2020. Namun tercatat tidak ada kunjungan wisman ke Kota Tanjungpinang mengingat masih ditutupnya pintu masuk kedatangan dari luar negeri.

“Kita berharap pandemi ini segera berakhir sehingga geliat ekonomi dapat berjalan normal kembali. Namun kepedulian masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan sangat penting untuk menghilangkan pandemi Covid19 ini,” ucapnya. (Red/Diskominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.