Pencemaran Nama Baik, Hengky Suryawan Akan Laporkan Acok

by -467 views
Acok dan Hengky Suryawan
Acok dan Hengky Suryawan

Tanjungpinang, (MK) – Tudingan Haryadi alias Acok atas tindak pidana pemalsuan dan penggelapan penjualan lahan di Bintan terhadap seorang pengusaha ternama di Kota Tanjungpinang, Hengky Suryawan baru – baru ini di berbagai media, membuat Hengky gerah dan mengancam akan melaporkan Acok kepihak berwajib.

Pasalnya, pernyataan Acok tersebut telah mencemarkan nama baik Hengky Suryawan dan pembunuhan karakternya selaku Direktur PT Bintan Interkarya. Karena, tuduhan itu tidak benar.

“Jelas saya dirugikan dan nama baik saya menjadi tercemar. Karena, apa yang dituduhkan dan disangkakan Acok itu tidak berdasar dan memutar balikan fakta,” papar Hengky kepada Metrokepri.com melalui telepon selulernya, Senin (30/11).

Akan hal itu, Hengky akan melaporkan balik Acok atas pencemaran nama baik dan reputasinya yang selama ini tidak pernah berurusan dengan hukum.

“Apa yang dikatakan Acok di media, tidak benar dan tidak berdasar. Saya mempunyai bukti surat perjanjian, pada akta jual beli itu bukan tanah melainkan jual beli saham dan ada aset perseroan berupa 39 bidang tanah seluas 72,2 hektar,” ujar Hengky.

Dia mengutarakan, sebelum melakukan jual beli saham itu, pihak Acok mengtahui jika lahan tersebut masih ada yang tumpang tindih kepemilikannya.

“Lahan itu juga bukan saya yang jual, melainkan pihak Acok sendiri yang menawar agar lahan itu dibeli oleh mereka dengan menanggung semua konsekwensi apabila ada permasalahan dibelakang hari dan lahan itu dibeli Acok pada tahun 2010 lalu,” beber Hengky.

Selain itu, kata dia, pihak Acok melakukan perubahan terhadap akte itu dengan atas nama kedua anaknya yakni Herlina dan Lisa.

“Setelah dipindah tangankan kepada anaknya, maka akte kepemilikan saham tersebut atas kedua anaknya, dan Acok tidak ada hak lagi atas jual beli saham itu,” ucapnya.

Dia mengatakan, apakah Acok tidak mengerti dan tidak tahu atas isi akta tersebut?. Sebab, sebelum terjadi jual beli Hengky telah membuat akte jual belinya. Dalam akta itu tertera pihak pertama (Hengky Suryawan) dan pihak kedua (Haryadi) telah mengetahui status tanah yang tumpang tindih.

“Dalam akta itu juga tertara pihak kedua akan bertanggungjawab untuk melakukan penyelesaiannya dan pihak pertama dibebesakan dari segala tuntutan dan ganti rugi apabila timbul permasalahan dibelakang hari, maka pihak pertama tidak akan menanggungnya. Jadi atas dasar dari mana saya menipu Acok,” paparnya.

Selain itu, kata Hengky lagi, dalam laporannya di kepolisian, Acok mengatakan telah membanyar kontan atas saham dan lahan tersebut. Hal itu tidak benar dan itu dibuktikan dengan data yang tertera pada akta jual beli yang dibayar secara cicil.

“Lahan yang diributkan itu juga, bauksitnya telah digali oleh Acok. Bahkan, mereka menggunakan pelabuhan saya untuk aktivitas bauksit mereka,” ucapnya.

Hal itu, dirinya tidak pernah mempermasalahkan. Tetapi, kenapa Acok memperlakukannya seperti ini dan dituduhkan yang bukan – bukan.

“Kita orang beragama, saya akan lapor ke Tuhan serta akan melaporkan Acok ke Polisi. Ini adalah upaya hukum saya atas semua tuduhan itu,” katanya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.