Pengadilan Tipikor Belum Terima Putusan Terkait Kasasi Tadjri

by -331 views
dr Tajri dan Sofyan saat disidang. Foto ALPIAN TANJUNG
dr Tajri dan Sofyan saat disidang. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang belum menerima putusan dari Mahkamah Agung (MA) terkait ditolaknya kasasi terdakwa dr Tadjri yang divonis bersalah melakukan korupsi pengadaan alat – alat kesehatan (Alkes) di Kabupaten Anambas pada tahun 2009 lalu.

“Kami belum ada menerima putusan dari MA terkait kasasi dr Tadjri. Saya juga tidak tahu kalau kasasi yang diajukan dr Tadjri itu ditolak apa tidak,” ujar Panitera Muda (Panmud) Tipikor Pengadilan Negeri Tanjungpinang, L. Siregar kepada MetroKepri.co.id diruang kerjanya, Kamis (31/3).

Dia juga mengaku lupa berapa lama hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa dr Tadjri tersebut sebelumnya.

“Kalau untuk vonisnya saya lupa berapa lama, karena panitera sebelumnya bukan saya,” katanya.

Sementara, rekanan dr Tadjri yang juga divonis terbukti barsalah melakukan tindak pidana korupsi yakni Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas, Sofyan sudah menjalani pembinaan di Rutan Tanjungpinang sejak beberapa tahun silam dan hingga saat ini. Sedangkan, dr Tadjri hingga saat ini masih belum ditahan.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kasi Pengkum Kejati) Kepri, Wiwin Iskandar mengaku belum mengetahui tentang putusan MA atas kasasi terdakwa dr Tadjri tersebut.

“Kalau putusan MA tersebut, turunnya ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Dari Pengadilan, baru diserahkan ke jaksa,” ucap Wiwin melalui sambungan telepon selulernya.

Dia mengutarakan, informasi ini juga akan ditindaklanjutinya.

“Nanti saya juga akan cek, apakah putusan itu sudah kita terima atau belum. Kalau sudah tentu kita eksekusi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi dr Tajri selaku terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan alat – alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas yang sebelumnya divonis Pengadilan Tinggi Riau selama empat tahun penjara dan didenda sebesar Rp200 juta belum lama ini.

Putusan yang dikutip media ini dari website Panitera Mahkamah Agung Republik Indonesia, tercatat perkara dengan nomor register 2370 K/ PID.SUS/ 2014 dan dikirim oleh pengadilan Tanjungpinang.

Serta nomor surat pengantar W4.U2/ 281/ HN.04.07/ IV/ 2014 dengan jenis permohonan kasasi perkara PID.SUS tentang klasifikasi korupsi (Tipikor) dengan tanggal masuk yakni 31 Desember 2014 dan tanggal distribusi pada 21 Mai 2015.

Dalam putusan tim yudisial Hakim P1, MS Lume SH, Hakim P2 Hakim P2 Krisna Harahap, dan Hakim P3 Artidjo Alkostar pada 30 Juli 2015 lalu menolak permohonan kasasi atas terdakwa dr Tajri.

Pada website itu juga, belum dicantumkan jadwal pengiriman putusan kepada pengadilan pengaju yakni Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Sedangkan putusan Pengadilan Tinggi Riau di Pekanbaru, menjatuhkan vonis selama 4 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap terdakwa dr Tajri, yang juga mantan Kepala Bidang di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) atas tindakan korupsi proyek pengadaan alat – alat kesehatan (Alkes) APBD 2009 KKA sebesar Rp3,2 miliar.

Putusan tersebut lebih tinggi satu tahun dari putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang sebelumnya menjatuhkan hukuman selama 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.