PH Bandono Lapor Balik Erly Yuda ke Reskrim Polres Bintan

by -235 views
Penasehat Hukum (PH) Bandono Budiman, Dody Fernando SH.,MH
Penasehat Hukum (PH) Bandono Budiman, Dody Fernando SH.,MH
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Penasehat Hukum (PH) Bandono Budiman, Dody Fernando SH.,MH melaporkan balik Erly Yuda ke Satreskrim Polres Bintan terkait dugaan kasus penggelapan hak atas barang tidak bergerak berupa kepemilikan sejumlah sertifikat hak milik tanah di kawasan Pulau Pucung Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

“Atas laporan Erly Yuda terhadap klien kita maka, kita lakukan laporan balik ke Polres Bintan sesuai Nomor Surat 043/ Ek/KP/IX/2019 tertanggal 19 September 2019 dengan tembusan ke Kejari Bintan, atas dugaan penggunaan surat palsu,” katanya kepada sejumlah awak media, Kamis (19/9/2019) di salah satu kedai kopi di Km 9, Tanjungpinang.

Dody menjelaskan, kliennya Bandono Budiman adalah pememilik sebidang tanah sah di RT 003/RW 002 dengan alashak berupa SHM Nomor 00125 yang dahulunya SHMH Nomor 232 tanggal 24 April 2000.

“Herannya, klien kita ini di laporkan oleh Erly Yuda ke Polres Bintan berupa laporan pengaduan tertanggal 10 Mei 2019 dengan bukti yang diajukan olehnya berupa SHM No 00325 tanggal 25 Januari 2003 atas nama Anselmus Peka Suban yang dikeluarkan oleh BPN Kabupaten Kepulauan Riau semasa itu,” terangnya.

Kemudian lanjut Dody, surat tersebut dialihkan namanya kepada saudara Erly Yuda berdasarkan akta jual beli yang dibuat oleh PPAT Suryanto Eko Wahono.

“Selain itu, Erly Yuda mengajukan Bukti lain berupa SHMH Nomor 00309 tanggal 24 Desember 2002 atas nama Bachtiar R.P yang dikeluarkan BPN Kabupaten Kepri dan juga dialihkan ke namanya berdasarkan akta jual beli yang dibuat PPAT Suryanto Eko, termasuk bukti SHM Nomor 00316 tanggal 24 Desember 2002 atas nama Rusman K,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, jelas Dody, kliennya baru mengetahui hal tersebut setelah menerima surat undangan klarifikasi No. B/270/VII/RES.1.11/2019 Reskrim tanggal 29 Juli 2019.

“Dari situ, klien kami baru mengetahui setelah penyidik memperlihatkan bukti-bukti surat yang diajukan Erly Yuda sesuai laporannya ke Polres Bintan,” ujarnya.

Namun, setelah dilakukan investigasi terhadap bukti surat yang diajukan Erly Yuda tersebut, didapati adanya dugaan pemalsuan yang dilakukan yang bersangkutan.

Dan, tambah Dody, hal ini juga diketahui atas keterangan Anselmus Peka Suban, bahwa dia tidak pernah memiliki tanah yang diajukan guna penerbitan SHMH sebagaimana bukti yang disampaikan Erly Yuda tersebut.

“Keterangan yang sama juga disampaikan saksi Rusman K. Dia tidak pernah memiliki tanah yang diajukan guna penerbitan sertifikat hak milik No 00316 tanggal 24 Desember 2002 dimaksud. Demikian juga dengan Bachtiar RB. Hal ini diperkuat dengan pernyataan tertulis di atas materai Rp 6000 oleh ketiga saksi tersebut,” paparnya.

Dody menegaskan bahwa dugaan tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Erly Yuda tersebut diduga telah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan.

“Hal ini terlihat jelas, bahwa nama-nama yang diajukan Erly Yuda sebagaimana tertera dalam bukti laporannya itu, tidak pernah mendatangi notaris guna mengurus akta jual beli untuk pengalihan sertifikat atas nama Dia (Erly Yuda),” sebutnya.

Maka, atas dasar tersebut, pihaknya meminta kepada Polres Bintan untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud.

“Kita juga meminta pihak kepolisian melakukan uji laboratorium forensik terhadap tanda tangan saudara Bachtiar RB, Anselmus Peka Suban dan Rusman K atas penerbitan dan pengalihan dokumen sebagaimana yang diajukan pihak Erly Yuda sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, PH Bandono Budiman telah menembuskan surat laporan tersebut kepada Kapolri dan Irwasum Mabes Polri di Jakarta, termasuk ke Kapolda Kepri di Batam, ke Kejari Bintan serta pihak-pihak terkait lainnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.