PLN Rencanakan Pembangunan PLTU di Tanjung Sauh

by -66 views
Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura Saat Menyampaikan Kata Sambutannya
Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura Saat Menyampaikan Kata Sambutannya
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Dengan tingginya pertumbuhan konsumen, bright PLN Batam merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal itu agar suplay listrik dapat tersuplay keseluruh pelanggan.

“PLTU itu rencananya akan dibangun di Bintan. Rencananya akan dibangun di daerah Galang Batang, Bintan yang merupakan lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan lokasi kedua direncanakan di Tanjung Sauh,” papar Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura pada acara buka puasa bersama dengan sejumlah awak media yang digelar bright PLN Batam di Hotel Vista, Batam, Jumat (24/5/2019).

Masih kata Dadan, alasan PLTU itu dibangun di Bintan lantaran jaringan listrik bright PLN Batam sudah interkoneksi dari Bintan ke Batam. Jika ada gangguan kabel listrik di bawah laut, maka suplay arus listrik di Bintan akan terganggu. Namun jika PLTU dibangun di Galang Batang, maka suplay arus listrik tidak akan terganggu melainkan akan terus dapat disuplay walaupun ada gangguan kabel listrik di bawah laut.

Suasana Acara Buka Puasa Bersama briht PLN Batam
Suasana Acara Buka Puasa Bersama briht PLN Batam

Alasan lain kata dia, lantaran jaringan listrik sudah interkoneksi dari Batam ke Bintan, maka arus listrik bisa diekspor atau import dari Batam ke Bintan atau sebaliknya dari Bintan ke Batam.

Dadan mengutarakan mengapa membangun PLTU tidak dengan tenaga gas, karena produsen batu bara saat ini sangat banyak dan lebih gampang diperoleh.

“Sementara gas agak sulit memperolehnya. Selain itu biaya produksi pokoknya lebih murah dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),” ujarnya.

Dia mengemukakan, pembangunan PLTU itu direncanakan paling lambat tahun 2023 sudah dapat beroperasi. Namun diperkirakan proses KEK Galang Batang mungkin masih lama lagi. Untuk itu pihak bright PLN Batam merencanakan membangun PLTU tersebut di Tanjung Sauh.

“Saya sudah koordinasi dengan pak Jhon Kennedy, untuk lokasi PLTU di lokasi KEK Tanjung Sauh dan katanya ada dua lokasi yang tersedia,” ucapnya.

Ia menyebutkan setelah lebaran Idul Fitri 1440 H nanti, akan mengusahakan agar pihak KEK Tanjung Sauh mengeluarkan observasi ke kantor pusat dalam rangka pembangunan PLTU di Tanjung Sauh. PLTU itu dibangun sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang ada di kantor pusat.

Pembangunan PLTU itu menurutnya paling lambat tahun 2020 agar tahun 2023 dapat dioperasikan.

Untuk biaya pembangunan PLTU berkapasitas 200 Megawatt diperkirakan sekitar US $ 280 juta atau sekitar Rp 4 triliun.

“Untuk membangun PLTU itu kita harus melakukan pinjaman,” katanya.

Selain itu, guna mengantisipasi tingginya pertumbuhan beban di Batam, pihaknya (bright PLN Batam) akan membangun pembangkit di tahun 2020 pada semester satu harus sudah masuk 25 Megawatt di Batam dan tahun 2020 awal akan dibangun pembangkit sebesar 40 Megawatt di Batam. (*)

Penulis : JIHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.