Polda Kepri Gagalkan Tindak Perdagangan Orang, 31 Wanita Diamankan

by -110 views
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga saat konfrensipers
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga saat konfrensipers
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengagalkan aksi tindak perdagangan orang. Saat ini, polisi mengamankan 31 orang yang terdiri wanita berusia 19 tahun hingga 28 tahun.

“Kami juga mengamankan Akui alias Papi Awi sebagai penampung dan DP alias Fahllen sebagai perekrut,” papar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga saat konfrensipers dan dihadiri juga Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri di Mapolda Kepri, Senin (9/9/2019).

Erlangga mengatakan, adapun kronologi pengungkapkan pada Kamis 5 September 2019, pihaknya mendapat informaai terjadi dugaan tindak pidana perdagangan orang di wilayah Kabupaten Karimun.

Atas informasi tersebut, besoknya tim Subdit Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan dan penggerebekan di Komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun.

“Disana kami amankan 30 orang perempuan dan satu orang perempuan berinisial LA telah berada di Batam dan hendak pulang ke kampungnya, karena merasa ditipu dan tidak tahan atas pekerjaan yang diberikan pelaku sebagai PSK dengan tarif Rp600 ribu hingga Rp2 juta,” ucapnya.

Dengan diamankan 31 orang perempuan sebagai korban perdagangan orang, sambungnya tim terus melakukan pengembangan, penyidikan mengarah kepada D P alias Fahllen yang berada di Bandung.

Selanjutnya, Sabtu (7/9/2019) tim bergerak menuju Desa Cingondewahilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan mengamankan pelaku untuk selanjutnya dibawa ke Polda Kepri.

“Pelaku didapati modus operandinya untuk merekrut melalui aplikasi Beetalk, Line dan Facebook yang mencantumkan nomor WhatsApp dan lowongan pekerja sebagai LC atau pemandu lagu dan terapis SPA, tapi kenyataannya dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersil dan para korban ditampung tersangka Akui alias Awi di komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Masih kata Erlangga, kebanyakan korban adalah eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual. Untuk eksploitasi ekonomi sendiri korban dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial dengan harga satu kali bookingan dari Rp600 ribu hingga Rp2 juta dengan sistem bagi hasil yaitu 50 : 50 persen. Kata dia, uang bagi hasil akan dibagikan setiap 6 bulan sekali.

Sedangkan untuk eksploitasi seksual adalah tersangka Akui alias papi Awi mempekerjakan korban sebagai pekerja seks komersial dengan cara korban di booking oleh tamu ke hotel.

“Barang bukti yang diamankan dari tersangka A K alias Awi ialah 2 buku catatan tarif bookingan, 1 buku catatan kasbon, uang tunai senilai Rp15.5 juta, buku absensi korban, dan 1 unit handphone merek Samsung Note 8 warna hitam,” ucapnya.

Sementara barang bukti dari tangan tersangka DP alias Fahllen ialah 1 unit handpone merek vivo tipe y91 warna biru, dan 1 buku rekening Bank BCA nomor rekening 3790265XXX atas nama tersangka.

“Tersangka dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan pasal 55 KUHP, dengan ancaman paling singkat 3 tahun paling lama selama 15 ( lima belas ) tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak senilai Rp600.000.000.000 ( enam ratus juta rupiah ),” ucapnya. (*)

Penulis : Tengku Bayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.