Produksi Ebi Terputus Berimbas Terhadap IRT di Lingga

by -290 views
lustrasi-produksi-ebi
lustrasi-produksi-ebi

Lingga, (MK) – Produksi ebi (udang kering) di sejumlah pulau penghasil udang krosok di Kabupaten Lingga terputus akhir – akhir ini berimbas kepada puluhan ibu rumah tangga (IRT) yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh kopek udang di Lingga.

Seperti di Pulau Mas, Desa Posek, Kecamatan Singkep Barat, para IRT yang biasanya bekerja sebagai buruh kopek udang dengan penghasilan rata – rata Rp50 ribu per harinya, kini sudah tidak lagi bekerja. Akan hal itu, usaha untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga, kini sudah tak lagi bisa mereka perankan.

Sementara usaha para nelayan untuk tetap menghidupkan industri ebi tersebut, cukup sulit. Pasalnya, udang krosok sebagai bahan baku produksi ebi hanya dapat ditangkap dengan pukat hela.

Koordinator lembaga kelautan dan perikanan Indonesia (LKPI) wilayah Kabupaten Lingga, Aldoni mengatakan, usaha menangkap udang krosok dengan pukat hela yang dilakukan para nelayan sama sekali tidak merusak lingkungan.

“Udang krosok hidup di laut berlumpur dan hanya berumur 6 bulan saja. Jadi kalau tidak ditangkap, akan mati dengan sendirinya,” ucap Aldoni, Senin (21/2).

Sementara, kata dia, pelarangan penggunaan pukat hela karena dapat merusak habitat dan ekosistem laut, serta merusak terumbu karang. Tidak ada hubungannya dengan proses penangkapan udang krosok menggunakan pukat hela yang dilakukan para nelayan Lingga.

“Mereka menangkap udang di wilayah berlumpur, dan sedapat mungkin menghindari karang karena akan merusak jaring,” katanya.

Dia mengutarakan, pada dasarnya imbas penggunaan pukat hela yang dikhawatirkan merusak habitat laut itu tidak terjadi.

Meski demikian, kata dia, aturan yang dibuat KKP demi melindungi ekosistem di laut harus tetap dijalankan. Hanya saja, KKP sebaiknya tidak mengelompokkan larangan penggunaan alat tangkap secara global.

“Kalau bisa, aturan tersebut ada pengecualian. Seperti pukat hela yang digunakan para nelayan Lingga untuk menangkap udang krosok. Itu sama sekali tidak berimbas pada pengrusakan terumbu kararang dan habitat laut,” paparnya.

Dia juga menyayangkan potensi produksi ebi di beberapa pulau di Kabupaten Lingga harus terhenti karena aturan tersebut. Saat ini berdampak pada perekonomian masyarakatnya.

“Kita akan cari solusi untuk membuat industri ini hidup kembali, kita akan bicarakan pada pemerintah,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.