Rapat Paripurna, Dua Calon Walikota Batam Sampaikan Visi Misi

by -32 views
Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Visi misi Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam
Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Visi misi Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Pasangan calon Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam nomor urut 1 dan 2 menyampaikan visi misinya didalam rapat paripurna yang di gelar di Gedung DPRD Kota Batam, Senin (16/11/2020).

Rapat paripurna penyampaiyan Visi Misi dan Program tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nurnyanto SH,MH dan turut dihadiri oleh istansi terkait dan Ketua Fraksi DPRD serta anggota DPRD Kota Batam.

Visi Misi dan Program antara pasangan calon Wali Kota Batam dan Wakil Walikota Batam yakni HMR Rudi dan Amsakar Achmad, dengan nomor urut 02 dan pasangan calon Wali Kota Batam, DR Ir Lukita Dinarsyah Tuwo, MA bersama calon Wakil Wali Kota Batam Drs Abdul Basyid Has dengan nomor urut 01.

Kedua pasangan calon tersebut masing-masing menyampaikan visi misinya. Adapun visi misi yang disampaikan oleh calon Walikota Batam nomor urut 01 yakni DR lr Lukita Dinarsyah Tuwo MA yakni pihaknya bertujuan akan bertekad membangun Batam lebih maju lagi.

“Tadi saya sudah sampaikan dan kami akan melakukan perubahan. Jadi apa yang saya sampaikan tadi didalam paparan visi misi saya itu. Itu lah yang akan saya lakukan dan apa yang disampaikan oleh warga masyarakat Batam pada saat saya keliling ke Batam, dan itu lah suara nyata dari masyarakat walaupun sekedar statistik. Tetapi itu adalah suara nyata dari masyarakat, itulah saya dengar,” papar Lukita saat diwawancarai media di halaman Gedung DPRD Kota Batam usai rapat paripurna.

Masih kata Lukita, soal pelayanan KTP dan terkait soal jeritan para pekerja bahkan jeritan soal legalitas lahan belum selesai-selesai bahkan sampai belasan tahun masih berantakan, itu juga disampaikannya.

“Kita akan rubah dan kita harus berubah, agar segera kita menyelesaikan masalah-masalah yang sudah terjadi sampai belasan tahun itu,” ujarnya.

Terkait masalah mengkaper langkah, bahkan pihaknya sudah menyampaikan didalam paparan.

“Nah kami sendiri, pertama mulai pembayaran satu pertama tentu dari sisi APBD yang kita miliki dan mengefektifkan pengeluaran APBD kita juga, jadi soal realtasi perioritas mungkin tidak lagi kita bicara soal pembangunan jalan yang besar yang memakan biaya yang cukup banyak. Jadi kita harus melihat pembangunan dari pinggiran, dari sumber daya manusia, makanya saya bilang gratis-gratis. Itu ada kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia,” ucap Lukita dengan santai.

Jadi kata dia, itu adalah real alokasi bukan istilah mencari pembiayaan baru. Karena, pihaknya mempunyai target pertumbuhan yang terus meningkat, maka seharusnya PAD pun meningkan dan sejalan dengan peningkatan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi PAD, dan yang ketiga punya sumber pembiayaan dari sumber APBN.

“Nah ada hal-hal yang bisa dilakulan oleh pebiayaan APBN di Kota Batam, jadi disitulah kita harus pro aktif, jadi kita harus merancang proposal yang terbaik, lepas itu kita harus bergerak menemui kementerian lembaga untuk mengusulkan apa yang akan dilakukan di Kota Batam. Jadi APBD diperbaiki alokasinya dan diperbaiki untuk pembangunan, jangan sampai ada yang bocor-bocor,” jelas Lukita.

Masih kata Lukita, yang keempat adalah kita punya juga sumber-sumber pembiayaan yang lain seperti CSR dan sebagainya yang bisa sama-sama ditujukan dan fokuskan untuk menemui kebutuhan dan pembiayaan tersebut.

Sementara itu Calon Walikota Batam, HMR Rudi juga menyampaikan visi misinya. Didalam visi misinya, ia menyampaikan selama lima tahun menjabat sebagai Wali Kota Batam, dirinya sangat paham dengan keadaan Kota Batam. Tak hanya sekedar teori, ia menjabarkan kondisi ekonomi Batam dengan data terkait perkembangan ekonomi.

“Seperti sisi inflasi cukup terkendali lagi inflasi di tahun 2019 sebesar 1,17 persen dan sebelumnya di tahun 2015 sebesar 4,73 persen. Untuk investasi PMA di tahun 2019 sebesar 461 juta U$ dollar, sekitar 5,6 triliun rupiah. Sedangkan PMDM sebesar Rp4,9 triliun, sementara pendapatan APBD Kota Batam juga mengalami kenaikan dalam kurun waktu empat tahun terakhir sebesar 13,9 persen,” ucapnya.

Sedangkan, kata Rudi, kondisi mikro yang lain seperti kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami peningkatan pada tahun 2019. Kunjungan wisatawan mencapai 1.967.003 orang, terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta.

Lanjutnya, dengan lama kunjungan 3 sampai 20 hari. Sedangkan tahun 2015 hanya 1.565.018 orang dengan lama kunjungan satu sampai sembilan hari. (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.