Rudy: Belasan Tahun Pelindo Kecewakan Masyarakat Tanjungpinang

by -286 views
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua

Tanjungpinang, (MK) – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudy Chua menyebutkan, masyarakat Tanjungpinang sangat kecewa terhadap kinerja PT Pelindo dalam pengelolaan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Pasalnya, Pelabuhan SBP Tanjungpinang tidak memiliki fasilitas yang memadai hingga saat ini.

“Kekecewaan itu bukan sekarang saja, tetapi sudah dirasakan pada belasan tahun yang lalu,” papar Rudy yang juga Legislator daerah pemilihan Tanjungpinang ini, Selasa (22/3).

Menurut dia, kekecewaan yang dirasakan pengguna Pelabuhan Sri Bintan Pura semakin menjadi – jadi karena PT Pelindo Tanjungpinang berkali – kali mengumbar janji.

“Janji untuk memperbaiki fasilitas pelayanan di pelabuhan itu juga diucapkan hampir setiap pergantian pimpinan PT Pelindo Tanjungpinang, namun sampai sekarang tidak terealisasi,” ucap Rudy.

Dia mengemukakan, PT Pelindo Tanjungpinang juga berulang kali mengatakan akan memperluas lahan parkir, ruang tunggu penumpang dan merenovasi bangunan satu lantai menjadi enam lantai, tetapi sampai sekarang tidak diwujudkan.

“Bahkan lahan parkir yang disediakan sekarang juga belum memadai, meski sudah diperbaiki,” katanya.

Anggota DPRD Kepri yang diusung Partai Hanura ini juga mengatakan, bukan hanya masyarakat yang merasa dibohongi tetapi pejabat di Pemprov Kepri juga Pemko Tanjungpinang.

“Pelabuhan itu memiliki fungsi sebagai fasilitas umum yang setiap hari digunakan ribuan orang. Masyarakat Tanjungpinang maupun daerah lain yang berada di Ibu Kota Kepri ini lebih sering berhubungan dengan pelabuhan, karena berada di pulau,” paparnya.

Pelabuhan ini, kata dia, sama seperti terminal dan stasiun yang dibangun di provinsi yang mayoritas daratan. “Maka pelabuhan itu memiliki fungsi yang luar biasa,” katanya.

Rudy menduga, PT Pelindo Tanjungpinang hanya menjadikan Tanjungpinang seperti sapi perahan. Keuntungan yang diperoleh dari masyarakat bukan untuk memperbaiki fasilitas kepelabuhanan, melainkan disedot pusat.

“Perusahaan itu tidak melakukan pemeliharaan secara maksimal, sehingga pendapatan dari kota ini hanya untuk kepentingan perusahaan semata,” paparnya.

Menurut dia, perusahaan plat merah itu memiliki tanggungjawab sosial, tidak semata – mata mencari keuntungan.

“Perusahaan seharusnya ikut memikirkan bagaimana Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Kepri dapat berkembang. Pelabuhan itu salah satu wajah Tanjungpinang, maka harus dibenahi dan dipercantik,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.