Rumah Layak Huni Untuk Zailani, Syahrul: Tinggal Tunggu Ijin Tertulis Pemilik Lahan

by -152 views
Wako dan Wawako saat kunjungi rumah Zailani penderita stroke di wilayah Kelurahan Kampung Bulang
Wako dan Wawako saat kunjungi rumah Zailani penderita stroke di wilayah Kelurahan Kampung Bulang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Pemerintah Kota Tanjungpinang telah mendapatkan ‘Lampu Hijau’ dari pemilik lahan yang di tempati oleh Zailani beserta keluarga di Pesisir Sungai Payung Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Hal ini dikatakan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul S.Pd kepada sejumlah awak media di komplek Bintan Centre Km 9, Tanjungpinang.

“Izin sudah kita dapatkan walaupun baru sebatas secara lisan kepada kita dan memberikan izin untuk membangun rumah di atas tanahnya yang nanti akan di tempati oleh Zailani beserta keluarga,” ujarnya, Senin (25/3/2019).

Selanjutnya kata Syahrul, saat ini Pemko Tanjungpinang menunggu pemberian izin secara tertulis dari pemilik tanah untuk memulai pekerjaan rumah layak huni bagi keluarga Zailani melalui program pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

“Setelah izin secara tertulis diperoleh, kita segera membangun dan menggesakan pembangunan rumah yang layak untuk Zailani dan keluarga,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Zailani (61) warga Kelurahan Kampung Bulang Kecamatan Tanjungpinang Timur yang menderita sakit Stroke, Senin (17/3/2019) dikunjungi oleh Wali Kota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma di kediamannya pesisir Sungai Payung.

Usai berkunjung, Syahrul mengatakan, kunjungan ke rumah Zailani ini sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan dan kali ini kedatangannya bersama wakil khusus untuk memberikan solusi terbaik.

“Mau puasa dan Hari Raya sebelumnya saya sudah kesini melakukan sedekah. Hari ini kembali datang memberikan solusi terbaik untuk Zailani kedepannya,” ujarnya.

Syahrul menjelaskan, sesuai Undang-Undang 1945 fakir miskin dan orang telantar ditanggung oleh Negara.

“Rencana kita mau membawa pak Zailani ini ke panti jompo, namun tidak mau di bawa ke panti jompo dikarenakan anak dan menantunya masih ada. Ini yang menjadi masalahnya sekarang,” terangnya.

Menurut Syahrul, Zailani yang saat ini berusia 61 tahun, pernah mengabdi untuk Bangsa dan Negara kususnya di Kota Tanjungpinang.

“Beliau pernah mengabdi di zaman almarhum Sani sewaktu menjadi Wali Kota Administratif (Kotif), Zailani ini tukang bersih-bersih dikantor Kotif tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan untuk solisi terbaik bagi Zailani, Syahrul atas nama Pemerintah Kota (Pemko)) Tanjungpinang mempunyai rencana ingin membangun rumah yang layak untuk Zailani dan keluarga berteduh.

“Namun, kalau negara yang bangun melalui Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) syaratnya harus tanah pribadi. Tapi sekarang ini, Zailani ini masih numpang tanah milik salah satu pengusaha yang ada di Rimba Jaya,” bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Pemimpin Kota Tanjungpinang ini, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemilik lahan.

“Apabila pengusaha itu mengizinkan, maka kita akan MoU sebagi bentuk peminjaman lahan tersebut selama 5 tahun, maka kita bisa bangun RTLH tersebut. Nah, sekarang kita masih menunggu jawaban pemilik tanah itu,” ujarnya menjelaskan.

Dikesempatan itu juga, Rahma mempunyai solusi sementara waktu yaitu akan berusaha mencari rumah sewa yang layak untuk tempat tinggalnya Zailani beserta keluarga.

“Kami akan cari rumah sewa di seputaran kawasan sini, karena kalau masih saja bertahan dikediamanya ini, penyakitnya tidak akan sembuh-sembuh, makanya kita harus carikan rumah sewa dilingkungan yang bagus. Masalah sewa akan ditanggung selama 1 tahun sampai rumah yang dibantukan selesai,” ungkap Wakil Walikota ini. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.