Saksi Ngaku Ajak Boimin Ajukan Pinjaman Melalui Lolita

by -297 views
Saksi - saksi saat diambil sumpahya sebelum memberikan keterangannya dalam sidang perkara terdakwa Lolita. Foto ALPIAN TANJUNG
Saksi - saksi saat diambil sumpahya sebelum memberikan keterangannya dalam sidang perkara terdakwa Lolita. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Sidang dugaan perkara tindak pidana penipuan pinjaman modal usaha di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Bintan Sejahtera dengan terdakwa Lolita, jaksa penuntut umum (JPU) Rudi SH menghadirkan enam orang saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (12/1).

Enam saksi yang dihadirkan tersebut yakni saksi Boimin (43), saksi Katiran, saksi Syamsul Hadi, Ismail Ratomi, saksi Hermansyah dan saksi Cuilen selaku Dirut PT BPR Dana Bintan Sejahtera.

Dalam keterangannya, saksi Boimin mengaku kenal dengan terdakwa Lolita setelah ada perkara ini. Pada 18 Februari 2015 lalu, saksi berencana akan mengajukan pinjaman tag over dari BPR Kepri ke BPR Dana Bintan Sejahtera tempat terdakwa bekerja.

“Saya dikenalin terdakwa Lolita oleh Katiran. Saya dipertemukan dengan Lolita di rumah Katiran pada Februari 2015. Kami negoisasi terkait tag over saya,” ucap saksi Boimin dalam sidang.

Dia mengutarakan, saat itu terdakwa Lolita pegawai BPR Dana Bintan Sejahtera. Dalam pembicaraannya dengan terdakwa ada mengeluarkan biaya untuk tag over, dan angsuran tiga bulan.

“Saya memberi uang kepada Lolita dan disaksikan oleh stafnya yakni Rantomi. Saya member uang kepada terdakwa Lolita bertahap dan total yang telah saya berikan sekitar Rp14 juta lebih,” ujarnya.

Boimin mengatakan, dari total uang yang diberikannya kepada terdakwa Lolita ada tiga yang menggunakan kwitansi BPR Dana Bintan Sejahtera.

“Pengajuan tag over itu maksudnya, agar saya bisa menambah pinjaman yang lebih besar lagi. Awalnya saya pinjam dana Rp50 juta di BPR Kepri,” paparnya.

Dengan terdakwa Lolita, saksi Boimin dijanjikan bisa mendapat pinjaman sebesar Rp200 juta dengan agunan BPKB dan sertifakat rumah.

“Namun, pinjaman itu belum cair juga dan saya menghubungi terdakwa dan mendatangi kantornya. Saya sampai sore menungu di bank BPR Dana Bintan Sejahtera untuk tandatangan pencarain. Ternyata tidak jadi, kata terdakwa ada masalah audit dari pusat,” katanya.

Dalam Februari itu juga, saksi mengaku diberi BPKB kendaraan orang lain oleh terdakwa Lolita. BPKB itu untuk mencari pinjaman sebesar Rp4 juta.

“Tetapi saya tidak dapat mencarikan pinjaman itu, karena susah mencari uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Sehingga BPKB itu saya simpan di rumah,” ucapnya.

Tidak lama kemudian, saksi mengaku mendapat telpon pihak Polsek Bukit Bestari dan menyakan BPKB tersebut.

“Saat itu saya sedang saksit dan datang polisi ke rumah saya untuk mengambil BPKB tersebut,” katanya.

Sebelum saksi melaporkan ke Polres, terdakwa berjanji kepadanya akan mengembalikan uang saya, tetapi sampai sekarang belum dikembalikan terdakwa.

Sementara, saksi Katiran mengaku kenal dengan Lolita dari Syamsul Hadi. Saat itu, saksi sedang mengalami kesulitan modal, dan mengeluh kepada Syamsul.

“Syamsul memberi jalan kepada saya untuk mendapatkan pinjaman modal dengan terdakwa Lolita. Saya diminta surat agunan tanah oleh terdakwa Lolita,” katanya.

Pengajuan itu, kata saksi, dua kali ditolak pihak BPR Dana Bintan Sejahtera. Sebelumnya, terdakwa Lolita janji kepadanya akan mendapat pinjaman sebesar Rp60 juta.

“Tetapi pinjaman itu tidak cair, maka saya minta surat tanah saya ke Lolita,” ucapnya.

Sedangkan, saksi Syamsul mengatakan, sebenarnya mereka tiga adalah korban terdakwa Lolita. “Kami bertiga ini sama – sama susah. Dalam pengajuan ini, saya tidak mengeluarkan uang. Lolita meminta saya mengajukan pinjaman ke Bank,” ujar saksi Syamsul.

Dia juga mengatakan, setelah terdakwa Lolita disidik oleh pihak Polsek Bukit Bestari, ternyata semua berkas itu ada di rumah terdakwa Lolita.

Atas keterangan ketiga saksi, terdakwa Lolita membenarkannya. Usai mendengar keterangan saksi – saksi dan tanggapan terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Elita Ras Ginting SH menunda sidang dan meminta JPU menghadirkan tiga saksi lainnya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.